Kisah Sunan Kalijaga Pernah Jadi "Maling Budiman" dan Merampok Sunan Bonang

Doddy Handoko , Okezone · Senin 19 April 2021 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 337 2396841 kisah-sunan-kalijaga-pernah-jadi-maling-budiman-dan-merampok-sunan-bonang-SldIZuhh2k.jpg Sunan Kalijaga (Foto : Istimewa)

DALAM buku Babad Tanah Jawa diceritakan, Raden Syahid atau Sunan Kalijaga pernah dikenal dengan nama Brandal Lokajaya. Ia adalah putra Adipati Tuban, Tumenggung Wilatikta yang juga disebut Aria Teja IV.

Brandal Lokajaya prihatin melihat kemiskinan di sekitarnya dalam kekuasaan Majapahit, sehingga ia bertindak sebagai “maling budiman”, yakni merampok orang kaya dengan cara mencegatnya di dalam hutan. Hasilnya dibagikan kepada orang-orang miskin.

Raden Syahid kemudian mencegat seorang tua yang diketahui adalah Sunan Bonang, seorang wali kutub tingkat pertama. Ia bermaksud membegal Sunan Bonang, terutama tongkatnya yang dalam pandangannya berlapis emas. Tetapi ketika berhasil merebutnya, ternyata hanya terbuat dari kuningan, lantas tongkat itu dikembalikan.

Sunan Bonang berkata jangan menganggap remeh yang tampaknya sederhana, dan ia perlihatkan betapa tongkat itu mampu mengubah buah aren menjadi emas.

Dengan bernafsu, Raden Syahid memanjat untuk mengambil buah-buah emas itu, yang ternyata berubah menjadi buah hijau kembali. Saat itulah Raden Syahid menyadari kerendahan derajat hidupnya. Ia lantas menyatakan ingin berguru kepada Sunan Bonang, untuk belajar “ilmu hidup".

Sunan Bonang lantas menancapkan tongkatnya di tanah. Ia meminta Raden Syahid tafakur di sana sambil menjaga tongkatnya itu. Ia akan membantu Raden Patah membangun kerajaan Demak.

Peristiwa itu berlangsung di tepi sungai. Dari ketafakurannya selama bertahun-tahun di sungai, Raden Syahid mendapat sebutan, Sunan Kalijaga.

Alkisah, selama tafakur Raden Syahid berhasil menghayati arti kehidupan. Ketika Sunan Bonang kemudian menemuinya kembali, tubuhnya telah dibungkus akar-akaran. Ia diberi pelajaran, yang isinya bisa dirujuk dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga. Kemudian Sunan Kalijaga bergabung dengan Walisongo.

Sunan Kalijaga dikenal sebagai Sunan yang legendaris oleh masyarakat Jawa. Karya Sunan Kalijaga yang fenomenal ialah soko atau tiang masjid Demak. Masyarakat menamakan tiang buatan Sunan Kalijaga ini sebagai Soko Tatal.

Baca Juga : Masjid Agung Awwal Fathul Mubien Saksi Bisu Penyebaran Islam di Indonesia Timur

Masyarakat menyebut tiang ini sebagai karamah Sunan Kalijaga. Konon Sunan Kalijaga datang terlambat saat pembangunan masjid. Para wali yang lain bahkan telah selesai mengerjakan bagian masing-masing, sehingga bahan bangunan tinggal sisa-sisa saja.

Namun, Sunan Kalijaga tak kurang akal. Ia mengumpulkan sisa-sisa potongan kayu (tatal) lalu disusun dan diikat menjadi soko yang kokoh dan sama kuat dengan yang lain. Jadilah saka tatal itu karya daur ulang dari sisa-sisa kayu.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini