Polemik Vaksin Nusantara, Menko PMK: Pemerintah Masih Upayakan Solusi

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 18 April 2021 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 337 2396701 polemik-vaksin-nusantara-menko-pmk-pemerintah-masih-upayakan-solusi-vGyEO3VcY3.jpg Menko PMK, Muhadjir Effendi (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Polemik vaksin Nusantara yang digagas Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto kian mengemuka. Kendati belum mendapatkan persetujuan dari BPOM, uji klinis fase kedua vaksin tersebut tetap dilanjutkan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, hingga saat ini pemerintah masih mengupayakan solusi atas polemik vaksin Nusantara tersebut.

"Masih sedang diupayakan solusinya," katanya saat dikonfirmasi MNC Portal, Minggu (18/4/2021).

Baca juga:  Soal Vaksin Nusantara, Sejumlah Tokoh Dukung BPOM: Hidup Mati Jutaan Rakyat Adalah Taruhannya

Sejumlah legislator sudah menjadi relawan vaksin Nusantara dengan diambil sampel darahnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Mereka antara lain Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena, lalu Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, beserta nama-nama lainnya.

Baca juga:  Seret Tokoh dalam Kisruh Izin Vaksin Nusantara, DPR: BPOM Lembaga Independen, Jangan Main Politik

Selain anggota DPR, sejumlah tokoh juga ikut menjadi relawan vaksin Nusantara ini, mereka antara lain Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Mantan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, serta Mantan Menkes Siti Fadilah Supari.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis selanjutnya karena beberapa syarat belum terpenuhi di antaranya cara uji klinik yang baik (Good Clinical Practical), Proof of Concept, Good Laboratory Practice dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (Good Manufacturing Practice).

Penny menuturkan pihaknya mendukung berbagai pengembangan vaksin asalkan memenuhi kaidah ilmiah untuk menjamin vaksin aman, berkhasiat, dan bermutu.

BPOM mengatakan, sudah melakukan pendampingan yang sangat intensif dimulai dari sebelum uji klinik, mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK), dan ada komitmen-komitmen yang harus dipenuhi. BPOM juga sudah melakukan inspeksi terkait Vaksin Nusantara.

Menurut Penny, jika ada pelaksanaan uji klinik yang tidak memenuhi standar-standar atau tahapan-tahapan ilmiah yang dipersyaratkan, maka akan mengalami masalah dan tidak bisa lanjut ke proses berikutnya.

"Tahapan-tahapan tersebut tidak bisa diabaikan, dan pengabaian itu sangat banyak sekali aspeknya di dalam pelaksanaan uji klinik dari fase 1 dari vaksin dendritik," ucap Penny beberapa waktu lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini