Perawat Dianiaya Orangtua Pasien, Apa Kata Dokter Tirta?

Dimas Choirul, MNC Media · Sabtu 17 April 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 337 2396299 perawat-dianiaya-orangtua-pasien-apa-kata-dokter-tirta-KUbTKuB6K8.jpg Dokter Tirta (Foto: Dimas Choirul)

JAKARTA - Influencer sekaligus dokter, Tirta Hudi angkat bicara ihwal insiden penganiayaan terhadap perawat yang bekerja di Rumah Sakit Siloam Palembang. Tirta menilai perbuatan pelaku yang main hakim sendiri itu sangat tidak dibenarkan.

"Soal perawat kebetulan ternyata itu yang dianiaya adalah temannya junior saya di Rumah Sakit Siloam Palembang," kata Tirta saat ditemui reporter MNC Portal di Graha Persahabatan, Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga:  Laporan Dicabut, Kasus Penganiayaan Pegawai Imigrasi Bandara Soetta Berakhir Damai

Diakui Tirta, pekerjaan tenaga kesehatan rentan sering disalahkan oleh pasien. Ia meminta bila masyarakat mengalami keluhan apapun terkait pelayanan rumah sakit, baiknya disampaikan melalui kritik dan saran yang baik.

"Ada baiknya disampaikan melalui kritik dan saran, jangan main hakim sendiri," ucap Dokter nyentrik itu.

Sebab, kata dia, tenaga kesehatan termasuk perawat dalam menjalankan pekerjaannya juga dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang keperawatan. "Jadi, ini menjadi refleksi kita semua karena perawat pun dilindungi hukum," beber Tirta.

Baca Juga:  DPR Minta Kasus Penganiayaan terhadap Perawat Diusut Tuntas

Tirta juga memuji pihak kepolisian yang dengan cepat merespon laporan pihak RS Siloam Palembang dan langsung mengamankan pelakunya. Ia juga meminta kepada semua pihak untuk tidak mengulangi kejadian serupa.

"Tetapi patut kita hadapi adalah isu hoax soal nakes. Itu yang membuat masyarakat cenderung melakukan seperti ini. Langsung main hakim," ujar Tirta.

Kejadian penganiayaan terhadap perawat RS Siloam Sriwijaya ini sendiri sempat viral di media sosial setelah pelaku membabi buta melakukan pemukulan terhadap seorang perawat, Christina Remauli (27).

Terbaru, Satuan Unit Reskrim Polrestabes Palembang diketahui telah mengamankan pelaku. Pelaku diamankan di kediamannya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan oleh unit Reskrim Pidana Khusus Polrestabes Palembang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini