Seret Tokoh dalam Kisruh Izin Vaksin Nusantara, DPR: BPOM Lembaga Independen, Jangan Main Politik

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Sabtu 17 April 2021 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 337 2396298 seret-tokoh-dalam-kisruh-izin-vaksin-nusantara-dpr-bpom-lembaga-independen-jangan-main-politik-SGIQOWfZhZ.jpg Ilustrasi (Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Sejumlah tokoh nasional akan memberikan dukungan kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) pada Sabtu (17/4/2021) ini. Dukungan tersebut diberikan terkait kisruh Vaksin Nusantara yang dianggap menyudutkan BPOM.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Lakalena menilai, lembaga yang dipimpin oleh Penny K Lukito itu tengah bermain politik. Melki mengaku tahu siapa penggerak dari para tokoh tersebut yang mendukung BPOM.

Baca Juga: Hubungan Peneliti Vaksin Nusantara dan BPOM Tak Harmonis, DPR: Ini Menghina Kita Sebagai Bangsa

"BPOM sudah main-main politik sekarang, jadi kami tahu siapa yang menggerakkan itu, informasi sudah masuk ke kami. BPOM sebagai lembaga independen mengumpulkan para tokoh, lalu mengatakan save BPOM, save Kepala BPOM dan sebagainya," ujar Melki dalam diskusi Polemik MNC Trijaya dengan tajuk "Siapa Suka Vaksin Nusantara" secara daring, Sabtu (17/4/2021).

"Jadi mereka bilang kita main-main politik, mereka main-main politik juga," imbuhnya.

Baca Juga: Vaksin Nusantara Ternyata Digagas Terawan sejak Jadi Menkes

Melki menjelaskan, bahwa DPR memang lembaga politik yang memiliki putusan dan sikap politik. Dirinya menyebut pihaknya dalam hal ini Komisi IX yang mendukung proses pembuatan Vaksin Nusantara agar dilanjutkan, karena sudah di uji dan diperdebatkan saat rapat di DPR.

"Kami bersikap seperti itu berbasiskan data-data ilmiah baik dari RS dr Kariadi maupun di DPR RI yang sudah kita cek, kita uji kita bahas kita perdebatkan sampai pada kesimpulan bahwa memang ini layak dilanjutkan dan harus diteruskan uji klinis tahap 2," jelasnya.

Dirinya merasa aneh dengan sikap BPOM yang seolah-olah dizolimi tekait perizinan Vaksin Nusantara itu. Dan, diperparah dengan adanya dukungan dari tokoh-tokoh itu.

"Seolah-olah mendukung BPOM bahwa mereka didzolimi, kan ini gak bener ini. Kan ini aneh gitu loh, jadi lembaga negara mengumpulkan para tokoh hanya mendukung dia membela hal-hal yang sudah kita bongkar," ungkapnya.

Bahkan, dirinya telah berkonsultasi dengan para peneliti dari Universitas Diponegoro Semarang dan menemukan hal menakjubkan. Bahwa para peneliti tersebut merasa kaget dengan pernyataan Peni yang dianggap membohongi publik.

"Kemudian saya cek ke peneliti Diponegoro Semarang. Mereka itu nelongso mereka bilang gini kok bisa Kepala BPOM itu menipu publik ya, data yang kami berikan A dibilang B dan membuat publik jadi khawatir sama Vaksin Nusantara, ini masuk kategori pembohongan publik loh Kepala BPOM membohongi publik dengan membelokkan data dan fakta lapangan terkait hasil penelitian," katanya.

"Kan yang bikin kisruh menjadi rame ini bukan DPR tapi Kepala BPOM," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini