Penganiayaan Perawat, DPR: Tindakan yang Jauh dari Norma dan Adat Istiadat

Yohannes Tobing, Sindonews · Sabtu 17 April 2021 15:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 337 2396293 penganiayaan-perawat-dpr-tindakan-yang-jauh-dari-norma-dan-adat-istiadat-SBudhifu4J.jpg Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay (Foto: Sindo)

JAKARTA - Kasus tindak kekerasan terhadap seorang perawat pada Kamis 15 April 2021 di Rumah Sakit Siloam, Palembang menjadi sorotan masyarakat dan suatu hal pelanggaran hukum.

Ketua DPP PAN sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengatakan bahwa tindakan kekerasan, apa pun alasannya, tidak dapat dibenarkan bahkan di luar dari norma kebudayaan masyarakat Indonesia.

"Saya mengutuk keras pelaku tindakan kekerasan kepada perawat RS Siloam di Palembang. Tindakan itu benar-benar sangat jauh dari norma dan adat istiadat yang ada di masyarakat kita," kata Saleh saat dikonfirmasi Sabtu (17/4/2021).

Baca Juga:  DPR Minta Kasus Penganiayaan terhadap Perawat Diusut Tuntas

Menurut Saleh, perawat bertugas membantu orang sakit. Mengobati, mendampingi, melayani kebutuhannya selama dirawat, dan lain sebagainya. Untuk itu, tidak pantas, perawat mendapat perlakuan kasar, apalagi, di RS tempat mereka bekerja.

"Saya mendorong pelaku tindak kekerasan dapat diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Ini tidak bisa dibiarkan sebab dapat mencoreng pelayanan kesehatan kita di tanah air," ujar Wakil Ketua MKD ini.

Baca Juga:  Pria Penganiaya Perawat RS Siloam Ditangkap

Saleh menambahkan, jika pihak kepolisian harus segera mengusut kasus ini. Apalagi, kasus ini sudah menjadi perhatian publik. Video tindak kekerasan yang ada, sudah banyak disaksikan oleh masyarakat.

"Masyarakat tentu menantikan bagaimana kasus ini dapat diselesaikan oleh aparat penegak hukum," tuturnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini