Model Istana Negara Baru Bakal Mirip Gedung Capitol-White House Amerika

Abdullah M Surjaya, Koran SI · Sabtu 17 April 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 17 337 2396277 model-istana-negara-baru-bakal-mirip-gedung-capitol-white-house-amerika-PERfumv34O.jpg Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman (Foto: Sindo)

JAKARTA – Pembangunan Istana Negara akan seperti Gedung Capitol dengan White House di Amerika Serikat (AS). Istana Negara baru itu dalam waktu dekat akan dibangun di daerah Ibu Kota Negara baru di Penajam, Paser Utara, Kalimantan Timur dan peletakan batu pertama dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun ini.

Hal itu diungkakan Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman melalui tayangan siaran ulang melalui akun media sosial Instagram pribadinya pada Sabtu (17/4/2021).

Menurut Fadjroel, Istana Negara itu nantinya akan berada di atas bukit dengan menghadap Balikpapan dan berhadapan juga secara langsung dengan Gedung MPR/DPR.

”Jadi seperti kalau kita di Washington DC itu antara Gedung Capitol dengan White House. Nah, jadi modelnya begitu,” kata Fadjroel.

Baca Juga: Jokowi Undang Ahli Perencana Wilayah hingga Lingkungan Hidup Berikan Masukan untuk Badan Otorita Ibu Kota

Tahun ini, kata dia, Presiden Jokowi akan melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking Istana Negara baru. Saat ini, sejumlah menteri saat ini sedang melakukan persiapan untuk groundbreaking.

Fadjroel menjelaskan, persiapan untuk pembangunan Ibu Kota negara baru ini sudah sangat lancara mulai dari infrastruktur yang akan disiapkan oleh Kementerian PUPR dan Kementerian Lingkungan Hidup yang akan membuat kebun hutan untuk penanaman kembali beberapa lingkungan yang rusak.

”IKN nantinya adalah hutan hijau dan paru – paru dunia,” ujarnya.

Baca Juga:  Ketua DPD RI: Ibu Kota Baru Harus Mencerminkan Identitas dan Karakter Bangsa

Selain itu, lanjut dia, Presiden Jokowi terbuka tentang desain Istana Negara baru. Apalagi, Jokowi sudah bertemu dengan lima asosiasi yang mengkritik desain burung Garuda. ”Presiden Jokowi sudah mendengar masukan semua arsitek para asosiasi-asosiasi yang terkait dengan arsitektur dan lainnya. Jadi Presiden sangat terbuka, meminta masyarakat semua terlibat,” tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini