Mahfud: Berpuasa Mencoba Bersikap Mati Sebelum Mati!

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 16 April 2021 22:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 337 2396084 mahfud-berpuasa-mencoba-bersikap-mati-sebelum-mati-VMnR7xK0FJ.jpg foto: ist

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menjadi penceramah dalam shalat tarawih berjamaah malam kelima Ramadhan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (16/4/2021).

Dalam ceramahnya tersebut, Mahfud mengajak jamaah untuk menahan hawa nafsu selama berpuasa.

(Baca juga: Wejangan Prabowo Selamatkan Nyawa 2 Perwira Kopassus Dalam Operasi Mapenduma)

"Tahan hawa nafsu untuk tidak berbuat sewenang-wenang dan selalu berbuat baik menolong orang lain," ungkap Mahfud MD dari depan mimbar.

Diterangkannya, siapapun saja punya godaan masing-masing. Godaan pun datang silih berganti sesuai peran dan kapasitas seseorang.

(Baca juga: Mahfud MD Sebut Ada 12 Masalah dalam Penagihan Dana BLBI)

"Siapapun itu, pejabat, pedagang, yang cantik, miskin, punya godaan sendiri. Kita mampu tidak bertahan dari banyak godaan? Khususnya selama puasa," tambahnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini menambahkan, ibadah puasa adalah mencoba bersikap mati sebelum mati. Mati menurut hadist nabi, ada mati sebelum mati. Nuraninya tetap hidup. Maksudnya orang mampu menjaga dirinya dari keperluan fisik duniawi yang mampu membunuh hawa nafsu, ketamakan, dan nafsu lainnya.

"Bersikap mati sebelum mati. Bertahan maupun menyerang agar tidak tergoda hawa nafsu. Menyerang dalam arti positif, yakni membantu yang membutuhkan, mengerjakan pekerjaan dengan baik dan sungguh-sungguh," kata Mahfud MD.

"Manakala kita bisa mengendalikan hawa nafsu, baik dengan bertahan maupun menyerang, kita bisa masuk bulan syawal dengan meningkat. Syawal artinya meningkat. Kalau tidak, puasa wajib terpenuhi, tapi hatinya tidak tertempa. Masih keras. Kalau tidak berubah, kita artinya tidak bisa menempa diri selama berpuasa," tandasnya.

Shalat tarawih berlangsung dengan protokol kesehatan yang amat ketat. Seluruh jamaah wajib memakai masker. Shafnya berjarak dua meter lebih antara jamaah satu dengan yang lain.

Sebelum masuk ke dalam Masjid, jamaah diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas. Untuk tempat wudhu, sudah ada petugas yang mengarahkan agar tidak berkerumun. Di dalam, tak disediakan karpet. Jamaah membawa sajadah sendiri-sendiri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini