Kepala BPOM: Vaksin Nusantara Harus Ikuti Standar yang Berlaku di Internasional

Ervand David, iNews · Jum'at 16 April 2021 16:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 337 2395914 kepala-bpom-vaksin-nusantara-harus-ikuti-standar-yang-berlaku-di-internasional-FPvV0ttzAv.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengaskan bahwa pengembangan vaksin Nusantara harus mengikuti standar yang berlaku di Indonesia dan internasional.

Dia mengatakan, pengembangan vaksin Covid-19 tersebut harus mengikuti kaidah saintifik dalam melakukan pengujian dan uji klinis.

"Semua pengembangan vaksin (vaksin Nusantara) harus mengikuti standar yang berlaku di internasional dan di Indonesia," kata Penny, Jumat (16/4/2021).

BPOM belum menerbitkan izin uji klinis fase 2 kepada vaksin Nusantara. Penny meminta agar tim peneliti vaksin Nusantara bisa mengikuti aturan yang berlaku tersebut.

Baca juga: Terawan Turun Langsung Suntikkan Vaksin Nusantara ke Aburizal Bakrie, Ini Fotonya

"Dan saya kira itu sudah kita sampaikan kepada peneliti, dan tentunya silakan diperbaiki dengan aturan yang ada dan kita tunggu itu," tutur Penny.

Baca juga: Relawan Alami Nyeri Otot hingga Gatal-Gatal, Vaksin Nusantara Dinilai Tak Layak Disebut Vaksin

Sebelumnya, BPOM menyatakan bahwa vaksin Nusantara belum bisa lanjut ke tahap uji klinis selanjutnya karena beberapa syarat belum terpenuhi di antaranya cara uji klinik yang baik (Good Clinical Practical), Proof of Concept, Good Laboratory Practice dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (Good Manufacturing Practice).

Penny menuturkan pihaknya mendukung berbagai pengembangan vaksin asalkan memenuhi kaidah ilmiah untuk menjamin vaksin aman, berkhasiat, dan bermutu.

BPOM mengatakan, sudah melakukan pendampingan yang sangat intensif dimulai dari sebelum uji klinik, mengeluarkan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK), dan ada komitmen-komitmen yang harus dipenuhi. BPOM juga sudah melakukan inspeksi terkait Vaksin Nusantara.

Menurut Penny, jika ada pelaksanaan uji klinik yang tidak memenuhi standar-standar atau tahapan-tahapan ilmiah yang dipersyaratkan, maka akan mengalami masalah dan tidak bisa lanjut ke proses berikutnya.

"Tahapan-tahapan tersebut tidak bisa diabaikan, dan pengabaian itu sangat banyak sekali aspeknya di dalam pelaksanaan uji klinik dari fase 1 dari vaksin dendritik," kata dia, Selasa 13 April 2021.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini