Wejangan Prabowo Selamatkan Nyawa 2 Perwira Kopassus Dalam Operasi Mapenduma

Fahmi Firdaus , Okezone · Jum'at 16 April 2021 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 337 2395902 wejangan-prabowo-selamatkan-nyawa-2-perwira-kopassus-dalam-operasi-mapenduma-CT1xwtnchR.jpg Foto: Instagram/Prabowoupdate

JAKARTA – Letnan Jenderal (purn) Prabowo Subianto merupakan salah satu legenda hidup Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang kini merayakan hari jadinya ke-69. Prabowo bersama Luhut Panjaitan bahkan sempat membentuk pasukan anti teror Sat Gultor 81 yang kemudian menjadi Sat 81 Kopassus.

(Baca juga: Kisah Menegangkan Operasi Intelijen Kopassus di Negeri Belanda)

Saat aktif di militer, Jenderal berdarah Kawanua ini malang melintang terlibat berbagai operasi tempur. Termasuk saat membebaskan peneliti dari Ekspedisi Lorentz 95 yang disandera Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Kelly Kwalik, di desa Mapenduma, kecamatan Tiom, Jayawijaya.

(Baca juga: Sepenggal Kisah Prajurit Kopassus Bertaruh Nyawa di Sarang GAM)

Saat itu, Komandan Kopassus, Brigjen Prabowo Subianto yang memimpin langsung operasi tersebut. Operasi pembebasan sandera Mapenduma sendiri dimulai tanggal 8 Januari dan berakhir pada 9 Mei 1996. Setelah penyerbuan Kopassus ke markas OPM di Desa Geselama, Mimika.

Dalam peristiwa ini, 2 dari 11 sandera ditemukan tewas. Keduanya adalah Matheis Yosias Lasembu, seorang peneliti ornitologi dan Navy W. Th. Panekenan, seorang peneliti biologi.

Prabowo yang kini menjabat Menteri Pertahanan ini pernah membagikan pengalamannya saat memimpin operasi itu kepada salah seorang ajudannya, yaitu Rizky Irmansyah.

"Hati hati sama mulut saya. Ya, itu adalah kalimat yang seringkali saya dengar dan sering kali juga terbukti kepada hal-hal yang diucap oleh Pak Prabowo," tulis Rizky dalam akun Instagramnya, @rizky_irmansyah, beberapa waktu lalu.

Saat itu kata Rizky, Ketua Umum Partai Gerindra itu masih berpangkat brigjen dan menjabat Danjen Kopassus.

“Pada saat itu ada dua helikopter yang disiapkan untuk mengangkut prajurit kopassus. Helikopter pertama berisi beberapa personel kopasus yang dua di antaranya adalah Kapten Teguh Arief dan Lettu Rudy adolf Parengkuan,” ujar Rizky.

Sedangkan di helikopter kedua, ditumpangi Prabowo Subianto beserta pasukan pemukul dari Korps Baret Merah.

“Ketika dua helikopter tersebut sedang bersiap untuk lepas landas. Tiba-tiba Brigjen Prabowo Subianto memanggil dua personel yang ada di Helikopter. Pertama, Kapten Teguh Arief diperintahkan untuk tidak ikut pada heli tersebut dan diminta standby sebagai perwira lapangan, lalu Lettu Rudy Parengkuan diperintahkan untuk ikut di helikopter kedua bersama Danjen Kopasus dan pasukan pemukul,” bebernya.

"Setelah dua helikopter lepas landas, beberapa saat kemudian helikopter pertama jatuh, seluruh penumpang dan pilot tewas,"sambung Rizky

Bayangkan, kata dia, jika Brigjen Prabowo Subianto tidak memerintahkan Kapten Teguh Arif dan lettu Rudy untuk turun dari Helikopter maka mungkin saja mereka bisa menjadi korban.

Kapten Teguh Arief saat ini berdinas sebagai Asintel KSAD dengan mayor jenderal. Sedangkan Lettu Rudy Parengkuan sudah purnawirawan dengan pangkat terakhir mayor dan masih setia mengabdi kepada Prabowo Subianto.

“Sama ketika saya sedang memasangkan pin menteri di baju Pak Prabowo. Beliau (Prabowo) berucap lagi kepada saya sambil tersenyum dan mengatakan : “Calon Pemimpin di masa yang akan datang, asal kamu belajar dengan giat, patuh pada pimpinan dan terus mengembangkan diri” ucap Pak Prabowo kepada dirinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini