Reshuffle Kabinet, Presiden Diminta Kuatkan Sektor Pendidikan

Mohamad Yan Yusuf, Sindonews · Jum'at 16 April 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 337 2395734 reshuffle-kabinet-presiden-diminta-kuatkan-sektor-pendidikan-Cen2STr5TG.jpg Foto: Biro Setpres

JAKARTA – Ada tiga posisi yang akan di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pekan ini. Beredar sejumlah nama digadang-gadang masuk ke Kabinet Jokowi-Ma’ruf.

(Baca juga: 3 Posisi Bakal Kena Reshuffle Jokowi Pekan Ini, Siapa yang Terdepak?)

Pengamat Politik, Adhie M Massardi mengomentari isu reshuffle kabinet yang beberapa hari belakangan ini ramai di media massa. Meskipun reshuffle merupakan hak prerogatif presiden , tapi pendapat publik harus dipertimbangkan, terutama menyangkut dunia pendidikan.

Sebab, pandemi Covid-19 yang terjadi setahun terakhirnya tak hanya memporak-porandakan sektor kesehatan saja. Bahkan sektor pendidikan di Indonesia juga terkena imbas dari pandemi virus ini.

“Berbeda dengan sektor ekonomi yang sejak sebelum pandemi sudah bermasalah, dampak Covid-19 di dunia pendidikan terhadap anak (didik) bangsa baru akan terasa 5-10 tahun ke depan,” kata pria yang pernah menjadi juru bicara Presiden Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), Jumat (16/4/2021).

(Baca juga: Kisah Pilu Tukang Becak Dipenjara 15 Tahun karena Salah Bawa Penumpang)

Adhie melanjutkan Covid-19 di sektor kesehatan tidak terlalu sulit. Sebab, penanganan COVID-19 di sana sudah memiliki UU-nya, juga protokol kesehatan, ada juga formula bakunya yang diperkuat oleh badan kesehatan dunia (WHO). Demikian juga di sektor ekonomi. Tinggal bikin kebijkan fiskal dan moneter yang sesuai. Termasuk subsidi dan relaksasi pajak.

Tapi untuk dunia pendidikan, jalan keluarnya bukan sekadar mengubah metoda belajar dari sistem tatap muka menjadi PJJ (pendidikan jarak jauh). Harus ada rancangan kurikulum khusus untuk itu. Dan merancang kurikulum penddikan bukan pekerjaan satu-dua hari.

Itu sebabnya salah satu inisiator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini meminta Presiden Joko Widodo untuk berpikir ulang jika ada keinginan me-reshuffle Kemendikbud.

“Saya melihat Mendikbud Nadiem Makarim sudah merancang berbagai program pendidikan yang tampaknya inovatif, dan harus segera dilaksanakan untuk mengejar ketertinggalan akibat selama pandemi yang sudah memasuki tahun kedua, cukup mengganggu kelancaran belajar-mengajar di sekolah, terutama di daerah,” katanya.

Dalam konteks program yang dibuat Nadiem, Adhie sependapat dengan pandangan Rocky Gerung. Terutama konsep “Merdeka Belajar” dan “Kampus Merdeka”

“Kalau memang benar itu keinginan Presiden, maka jangan pertaruhkan kementerian pendidikan. Kalau memang Presiden mau gabungkan Riset dan Teknologi ke Kemendikbud, tinggal cari wakil menteri yang punya pola pikir sama sebagai tandemnya untuk ristek yang sejalan,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini