Masih Ada Provinsi yang Belum Bentuk Posko Covid-19, Pemerintah Minta Serius

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 16 April 2021 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 337 2395608 masih-ada-provinsi-yang-belum-bentuk-posko-covid-19-pemerintah-minta-serius-9p67ZSdLOY.jpg Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito.(Foto:Ist)

JAKARTA - Per 13 April 2021 jumlah Pos Komando (Posko) Covid-19 yang sudah terbentuk mencapai 14.093 posko yang tersebar di 31 provinsi dan 323 kabupaten/kota di Indonesia. Provinsi terbanyak membentuk posko ialah Jawa Tengah, sebanyak 4.409 posko.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengapresiasi pemerintah daerah yang melakukan pencapaian dalam pembentukan posko ini. Bagi provinsi prioritas pelaksaana Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tingkat desa dan kelurahan (PPKM Mikro), diminta serius dalam pembentukan posko.

"Kita dapat melihat bahwa provinsi Papua sampai saat ini belum melaporkan pembentukan posko ke sistem satgas pusat. Begitu juga Provinsi Maluku dan Sulawesi Tengah yang baru membentuk 1 atau 2 posko dari ratusan desa atau kelurahan yang dimiliki," Wiku menyampaikan perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (15/4/2021) yang disiarkan kanal BNPB Indonesia.

Baca Juga: Jubir Satgas Covid-19: Perkembangan Baik Indonesia Berkontribusi Turunkann Kasus Dunia

Selain itu, apresiasi diberikan pada 12 provinsi yang bukan prioritas PPKM Mikro, namun berinisiatif membentuk 426 posko. Keduabelas provinsi yakni Sulawesi Barat, Lampung, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara dan Gorontalo.

Baca Juga: Kemenristek Dilebur ke Kemendikbud, Bagaimana Nasib Vaksin Merah Putih?

Dan diharapkan kedepannya lebih banyak lagi posko akan dibentuk dan melaksanakan perannya dalam melakukan monitoring. Sehingga dampak dari posko ini di tingkatan masyarakat akan lebih efektif.

"Kita dapat belajar bahwa pada prinsipnya, upaya pencegahan dan antisipatif adalah lebih baik untuk bisa membendung peluang efek negatif yang bisa saja terjadi di masa depan. Walaupun kasus di suatu daerah tidak mengkhawatirkan, namun perlu adanya kesiapsiagaan dan upaya pencegahan, agar kondisi Covid-19 yang terkendali tersebut dapat dipertahankan dengan baik," pungkas Wiku.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini