Alasan Siti Fadilah Bersedia Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 16 April 2021 04:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 16 337 2395523 alasan-siti-fadila-bersedia-jadi-relawan-vaksin-nusantara-s2LKav1p0Q.jpg Siti Fadilah (foto: Dok Okezone.com)

JAKARTA - Mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari menjadi salah satu relawan uji klinis vaksin Nusantara di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Ia pun membeberkan alasannya bersedia menjadi relawan uji klinis fase 2 vaksin Nusantara.

 

"Saya bersedia menjadi relawan karena saya menghargai seorang peneliti yang berpikiran beda dengan yang lainnya. Dia membuat hipotesis dan hipotesis itu boleh saja salah, tetapi harus di buktikan dulu. Maka perlu penelitian," kata Siti dalam keterangannya, Kamis 15 April 2021.

Baca juga:  Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Siti Fadila: Menurut Saya Si Peneliti Logis & Inovatif

Menurutnya, vaksinasi Covid-19 dari vaksin Nusantara dipilihnya lantaran menilai peniliti mengembangkan vaksin jenis ini secara logis. Dia juga kaget dengan polemik vaksin yang digagas mantan Menkes Terawan Agus Putranto itu.

"Menurut saya si peneliti berpikir logis, dan inovatif. Memang, inovasi selalu mengagetkan kemapanan, bahkan bisa mengganggu yang sudah mapan," tuturnya.

Baca juga:  Diambil dari Darah, Vaksin Nusantara Hanya untuk Individual

Dia berharap, uji klinis vaksin Nusantara mendapatkan hasil positif. Menurut dia, jika metode yang dikembangkan Terawan berhasil, maka dirinya cocok mendapatkan vaksinasi jenis vaksin ini lantaran berada di kelompok Lansia.

"Saya sangat bahagia karena kondisi saya saat ini sangat cocok dengan metode ini," imbuhnya.

Ia menerangkan, langkah BPOM yang tidak menerbitkan izin uji klinis vaksin Nusantara merupakan kewenangan dari lembaga tersebut, sebagai pihak yang berwenang dalam izin edarnya.

Dia juga tak mempersoalkan adanya pernyataan dari Satgas Covid-19 yang menyebut vaksin Nusantara dikembangkan di Amerika dan diuji klinis di Indonesia.

"Tapi kita kan negara yang berdaulat, dengan politik bebas dan aktif, maka boleh saja bekerja sama dengan negara manapun, dengan prinsip kemitraan yang transparan, setara dan adil (duduk sama rendah berdiri sama tinggi). Yang penting produk ini menjadi produk Indonesia untuk kemaslahatan bangsa yang membutuhkan. Terutama untuk Lansia seperti saya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini