TKI Diperas Travel Nakal Usai Isolasi Mandiri di Wisma Atlet, Kodam Jaya Turun Tangan

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 15 April 2021 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 337 2395057 tki-diperas-travel-nakal-usai-isolasi-mandiri-di-wisma-atlet-kodam-jaya-turun-tangan-Qoku8unTS1.jpeg Wisma Atlet. (Foto: Antara)

JAKARTA - Pihak TNI dari Kodam Jaya akan melaksanakan operasi penertiban terhadap travel nakal yang beroperasi di Wisma Atlet Pademangan, Kota Jakarta Utara, dalam waktu dekat.

"Pihak TNI akan menertibkan, nanti dari Asops Kodam Jaya akan turun ke lapangan melakukan penertiban terhadap travel nakal yang ada di pinggir Jalan Benyamin Sueb, nanti kita bekerja sama dengan Dishub dan stakeholder terkait," ujar Komandan Lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut (K) M Arifin, Kamis (15/4/2021) kepada MNC Portal Indonesia.

Sebelumnya, beredar isu sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) diduga menjadi korban pemerasan oknum setelah menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara.

Baca juga: TKI Diperas Usai Isolasi Mandiri, Humas Wisma Atlet: Ulah Travel Nakal!

Arifin menyebutkan aksi pemerasan tersebut dilakukan oleh pihak eksternal dari travel yang biasa beroperasi di Jalan Benyamin Sueb.

"Memang sudah lama kasus seperti ini terjadi, tapi itu dilakukan oleh pihak travel eksternal yang tidak ada sangkut pautnya dengan kami. Apalagi saya bertugas mengobati pasien di Wisma Atlet Kemayoran, bukan di Pademangan," kata Arifin. 

Dia mengungkapkan, modus yang dilakukan para travel nakal tersebut awalnya menjanjikan tarif untuk diantar pulang ke kampung halamannya. Namun di tengah jalan dimintai tarif lebih besar dan tidak sesuai perjanjian awal. 

Baca juga: 1.500 Nakes Wisma Atlet Rekreasi ke Dufan

"Banyak yang kadang saat hendak pulang (setelah selesai isolasi mandiri dari luar negeri) di perjanjian di awal ongkos naik travel itu misalnya sebesar Rp300.000, ternyata saat di jalan mereka minta lebih dari itu. Ini kelakuan travel-travel nakal," ungkap Arifin. 

Sebelumnya, beredar isu pemerasan terhadap TKI yang menjalani isolasi mandiri di RS Covid-19 Wisma Atlet Jakarta yang disampaikan oleh Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Benny Rhamdani mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar RS Wisma Atlet tak disalahgunakan oknum tertentu untuk memeras TKI yang baru pulang dari luar negeri.

Hal ini terkait adanya laporan bahwa ada kejadian tidak menyenangkan yang diterima pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri dan harus menjalani isolasi di Wisma Atlet.

"Saya akan segera berkoordinasi dengan panglima TNI, agar Wisma Atlet benar-benar menjadi tempat penampungan untuk karantina dan tidak digunakan untuk hal lain yang disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk melakukan pemalakan pada pekerja migran Indonesia," ujar Benny Rhamdani di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/4/2021) kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini