TKI Diperas Usai Isolasi Mandiri, Humas Wisma Atlet: Ulah Travel Nakal!

Carlos Roy Fajarta, · Kamis 15 April 2021 11:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 337 2395040 sejumlah-tki-diperas-usai-isolasi-mandiri-humas-wisma-atlet-ulah-travel-nakal-u6ThpMJgUD.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Beredar kabar sejumlah tenaga kerja Indonesia (TKI) diduga menjadi korban pemerasan oknum setelah menjalani isolasi mandiri di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSD) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

(Baca juga: KSAD Andika Perkasa Diminta Turun Tangan soal Polemik Vaksin Nusantara)

Menanggapi hal tersebut, Komandan Lapangan sekaligus Humas RSDC Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut (K) M Arifin, mengatakan, aksi pemerasan tersebut dilakukan oleh pihak eksternal dari travel yang biasa beroperasi di Jalan Benyamin Sueb.

"Memang sudah lama kasus seperti ini terjadi, tapi itu dilakukan oleh pihak travel eksternal yang tidak ada sangkut pautnya dengan kami. Apalagi saya bertugas mengobati pasien di Wisma Atlet Kemayoran bukan di Pademangan," ujar Arifin, Kamis (15/4/2021) ketika dikonfirmasi MNC Portal Indonesia.

(Baca juga: Mengingat Janji Serda Ucok Berantas Preman di Kota Keraton Usai Bebas)

Menurutnya modus yang dilakukan para travel nakal tersebut awalnya menjanjikan tarif untuk diantar pulang ke kampung halamannya namun di tengah jalan dimintai tarif lebih besar dan tidak sesuai perjanjian awal.

"Banyak yang kadang saat hendak pulang (setelah selesai isolasi mandiri dari luar negeri) di perjanjian di awal ongkos naik travel itu misalnya sebesar Rp 300.000, ternyata saat di jalan mereka minta lebih dari itu. Ini kelakuan travel-travel nakal," ungkap Arifin.

Sebelumnya, beredar isu pemerasan terhadap TKI yang menjalani isolasi mandiri di RS Covid-19 Wisma Atlet Jakarta yang disampaikan oleh Ketua Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

Benny Rhamdani mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto agar RS Wisma Atlet tak disalahgunakan oknum tertentu untuk memeras TKI yang baru pulang dari luar negeri.

Hal ini terkait adanya laporan bahwa ada kejadian tidak menyenangkan yang diterima pekerja migran yang baru pulang dari luar negeri dan harus menjalani isolasi di Wisma Atlet.

"Saya akan segera berkoordinasi dengan panglima TNI, agar Wisma Atlet benar-benar menjadi tempat penampungan untuk karantina dan tidak digunakan untuk hal lain yang disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk melakukan pemalakan pada pekerja migran Indonesia," ujar Benny Rhamdani di Balai Kota Jakarta, Rabu (14/4/2021) kemarin.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini