Reshuffle Kabinet, Akademisi Minta Jokowi Beri Ruang bagi Sosok Muda

Antara, · Kamis 15 April 2021 05:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 337 2394911 reshuffle-kabinet-akademisi-minta-jokowi-beri-ruang-bagi-sosok-muda-oridpoL1ZX.jpeg Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi, menilai sudah saatnya memberi ruang untuk sosok muda menjadi menteri, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) jadi me-reshuffle kabinetnya. 

Airlangga Pribadi dalam keterangan pers diterima di Jakarta, Rabu (14/4/2021) menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk memberikan ruang kepada sosok muda yang penuh semangat namun mumpuni untuk memperkuat tim kepresidenan. 

"Sosok muda namun memiliki integritas tinggi serta semangat dalam membangun bangsa layak untuk mewarnai wajah kabinet atau mendampingi Presiden dalam mengawal program prioritas," katanya.

Airlangga melihat ada beberapa nama, seperti Wisnutama dan Hanif Dhakiri, yang pernah menjadi menteri, kemudian Yenny Wahid yang memiliki basis massa kuat dengan intelektual Yenny yang melekat.

Selain itu, juga ada nama Dimas Oky Nugroho yang pernah berada di kantor staf kepresidenan, yang diyakininya mampu membaca arah kebijakan prioritas, apalagi sosok muda tersebut saat ini posisinya sebagai staf ahli Menko Perekonomian.

Baca juga: Reshuffle Kabinet, PAN Dikabarkan Masuk Koalisi Jokowi

"Kementerian yang memiliki peranan penting dalam melewati situasi krisis pandemi dan Najwa Shihab yang merupakan sosok muda, mewakili keterlibatan perempuan dalam politik,” kata Airlangga.

Figur muda yang dimaksud oleh Airlangga adalah figur yang matang dalam berpikir serta memahami agenda pemerintah.

"Saya pikir anak muda namun harus cukup matang dan energik, serta dapat memahami agenda prioritas pemerintah, serta mampu mengadvokasi isu-isu demokrasi, pemberdayaan sosial ekonomi dan komunikasi politik terhadap rakyat,” kata Airlangga.

Baca juga: 3 Posisi Bakal Kena Reshuffle Jokowi Pekan Ini, Siapa yang Terdepak?

Airlangga juga mengusulkan agar posisi wakil menteri di berbagai kementerian segera diisi dengan sosok yang memiliki kecakapan dalam komunikasi politik yang baik agar dapat membantu menteri dalam menjembatani antara negara dan masyarakat. 

"Posisi wakil menteri yang selama ini masih kosong agar diaktifkan atau diisi dengan sosok yang memiliki kemampuan substansi dan komunikasi politik yang baik dengan masyarakat," ucapnya.

Situasi seperti saat ini, menurut dia, membutuhkan pemimpin yang inovatif yang memiliki kemampuan sebagai jembatan politik antara negara dan masyarakat. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini