Keterlibatan Desi Arryani dalam Kasus Proyek Fiktif Tak Terkait Jasa Marga

Tim Okezone, Okezone · Rabu 14 April 2021 22:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 337 2394831 keterlibatan-desi-arryani-dalam-kasus-proyek-fiktif-tak-terkait-jasa-marga-EzZ3ZqOad4.jpg Desi Arryani (Sindo)

JAKARTA - PT Jasa Marga Persero menyatakan, keterlibatan Desi Arryani, terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur fiktif di PT Waskita Arya sebagai mantan pegawai di sana, bukan sebagai mantan direktur utama Jasa Marga.

"Keterlibatan Ibu Desi Arryani dalam perkara tindak pidana korupsi adalah dalam kapasitasnya sebagai mantan pegawai Waskita Karya, terkait dengan kegiatan Waskita Karya dan bukan dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Utama Jasa Marga dan tidak terkait dengan kegiatan Jasa Marga," kata Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru, dalam keterangannya, Rabu (14/4/2021).

Pihaknya pun meminta untuk tidak mengaitkan keterlibatan Desi Arryani dalam perkara tindak pidana korupsi dengan kapasitas beliau sebagai mantan Direktur Utama Jasa Marga.

Sebelumnya, Desi Arryani dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi proyek fiktif di Waskita Karya.

"Kami jaksa penuntut umum menuntut majelis hakim yang mengadili perkara, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama," ujar Jaksa KPK di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021).

Selain Desi, Jaksa menuntut empat mantan pejabat Waskita lainnya. Keempatnya adalah mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman dituntut hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan.

Baca Juga : Suap Proyek Fiktif, Mantan Dirut Jasa Marga Desi Arryani Dituntut 6 Tahun Penjara

Kemudian mantan Dirut PT Waskita Beton Precast Jarot Subana dituntut hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan. Mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman dituntut hukuman 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan.

Mantan Kepala Divisi II PT Waskita Karya Fathor Rachman, serta eks Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar dituntut hukuman 9 bulan penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan.

Jaksa menilai Desi Arryani dan empat pejabat Waskita lainnya telah terbukti memperkaya diri terkait kasus korupsi proyek infrastruktur fiktif. Perbuatan mereka disebut jaksa KPK membuat negara merugi Rp202 miliar.

"Terdakwa telah melakukan turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus dipandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, secara melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain serta memperkaya korporasi yang dapat merugikan keuangan negara sebesar Rp202.296.416.008," kata jaksa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini