KPK Sambangi Kantor PDIP & PPP, Ada Apa?

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Rabu 14 April 2021 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 337 2394646 kpk-sambangi-kantor-pdip-ppp-ada-apa-x5Ycfyz8EI.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat menyambangi Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada hari ini, Rabu, 14 April 2021.

Adapun tujuan kunjungan tersebut untuk mendorong komitmen PDIP dan PPP dalam menerapkan Sistem Integritas Partai Politik (SIPP). Pertemuan dengan PDIP berlangsung pukul 09.00-12.00 WIB, dan dengan PPP pada 13.00-15.30 WIB.

Plt Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat Wawan Wardiana mengatakan, praktik politik uang relatif marak dalam sistem politik di Indonesia. Hasil kajian dan survei yang telah dilakukan KPK menunjukkan bahwa secara umum partai politik masih perlu membenahi pengelolaan internalnya.

KPK, kata Wawan, memahami persoalan pendanaan merupakan salah satu permasalahan partai. Sehingga, lembaga antirasuah mendorong peningkatan pendanaan partai yang berasal dari anggaran negara.

“Walaupun begitu, KPK juga ingin agar partai politik tak sekadar menerima dana, namun harus bersedia mengubah dirinya. Dalam konteks inilah KPK mendorong penerapan integritas partai melalui SIPP ini,” ujar Wawan dalam keterangannya, Rabu (14/4/2021).

Baca juga: Berkas Dilimpahkan, Juliari Batubara Dkk Segera Disidang

SIPP, lanjut Wawan, dilandasi hasil kajian KPK dan LIPI pada 2016-2017, di mana ada lima masalah utama penyebab rendahnya integritas partai yakni belum ada standar etika partai dan politisi.

Selanjutnya sistem rekrutmen yang belum berstandar, sistem kaderisasi yang belum berjenjang dan belum terlembaga, masih rendahnya pengelolaan dan pelaporan pendanaan partai, dan belum terbangunnya demokrasi di internal partai.

Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kumbul Kusdwijanto Sudjadi menambahkan, penerapan SIPP ini diharapkan menjadi solusi atas kelima permasalahan internal partai tersebut. Di dalam SIPP, kata Kumbul, terdapat lima komponen utama dan ditambah 19 variabel dan 48 indikator, yang tercakup dalam Tools of Assessment (ToA).

“Kami meminta partai politik berkomitmen mengisi Tools of Assessment (ToA) yang ada dalam Sistem Integritas Partai Politik (SIPP). Caranya, partai membentuk satu tim yang terdiri atas minimal lima orang yang bertugas dalam pengisian ToA. Kami minta ada satu orang dari tim itu yang ditunjuk sebagai Liaison Officer (LO) untuk jadi PIC yang akan selalu komunikasi dengan kami,” kata Kumbul.

Baca juga: Ketum PPP Belum Berencana Temui Megawati

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP mendukung KPK untuk mendorong perbaikan sistem politik di Indonesia. Sehingga, PDIP akan terus mendukung KPK dan upaya pemberantasan korupsi, serta akan mempersiapkan pengisian ToA.

“PDIP punya tanggung jawab historis untuk mendukung KPK dan upaya pemberantasan korupsi. Kami akan mempersiapkan pengisian self-assessment ToA dalam SIPP dengan sebaik-baiknya. Aturan dan etika partai dijalankan dengan komitmen-komitmen seperti ini,” tandas Hasto.

Sementara itu, Sekjen PPP Arwani Thomafi menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung penerapan SIPP. Pihaknya, kata Arwani, mengajak KPK bekerja sama dalam upaya pencegahan korupsi, salah satunya mengundang KPK sebagai narasumber dalam sekolah politik PPP.

“Kami mendukung agar program SIPP bisa berjalan maksimal. Kita perlu jalan bareng bagaimana agar partai dimudahkan dalam memenuhi kelima prinsip SIPP ini,” kata Arwani.

Dalam kedua pertemuan tersebut, KPK minta PDIP dan PPP menyiapkan tim yang bertanggung jawab dalam pengisian ToA Sistem Integritas Partai Politik. ToA nantinya akan digunakan sebagai indikator sejauh mana partai politik telah mengaplikasikan kelima komponen dalam SIPP.

Nilai atau skor ToA SIPP ini rencananya akan diinformasikan kepada publik, sehingga masyarakat mempunyai landasan rasional penilaian tentang bagaimana partai politik membangun integritas partainya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini