Disuntik Vaksin Nusantara, Ketua Fraksi PAN: Tidak Ada Muatan Politik

Rakhmatulloh, Sindonews · Rabu 14 April 2021 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 337 2394633 disuntik-vaksin-nusantara-ketua-fraksi-pan-tidak-ada-muatan-politik-w7dG3bBRjk.jpg Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay (Foto: Sindonews)

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN, Saleh Pertanonan Daulay satu di antara puluhan orang yang mendatangi RSPAD Gatot Subroto Jakarta untuk diambil sampel darahnya sebagai bagian dari proses vaksinasi vaksin Nusantara. Dia mengaku minat terhadap vaksin ini begitu tinggi, hal itu terbukti dengan antrean yang panjang.

"Kata pihak RSPAD, banyak yang mau divaksin. Tetapi mereka batasi. Mereka masih fokus pada studi dan penelitian yang dilaksanakan," ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga: Meski Belum Lolos Uji Klinis Tahap II, Legislator Ini Siap Disuntik Vaksin Nusantara

Saleh kemudian membeberkan alasan kenapa dirinya mau divaksin dengan menggunakan Vaksin Nusantara. Pertama, dia mengaku sudah berdiskusi dengan para penelitinya, baik peneliti asal Indonesia, maupun peneliti asal Amerika Serikat. Dia lalu mendapatkan penjelasan utuh terkait Vaksin Nusantara ini.

"Dan saya percaya bahwa vaksinasi ini sangat baik dan efektif dalam rangka meningkatkan imunitas," tutur Saleh.

Selain itu, juga mengaku sudah berbicara dengan orang-orang yang pernah divaksin dengan Vaksin Nusantara. Menurut mereka, Vaksin Nusantara ini dapat dikatakan tidak memiliki efek samping. Sementara, efektivitasnya sangat baik.

"Setelah divaksin, mereka mengukur tingkat imunitas mereka. Terbukti, tingkat imunitas mereka naik cukup tinggi. Mereka lalu merekomendasikan vaksin ini kepada orang lain, termasuk kepada saya," ungkap Ketua Fraksi PAN itu.

Baca Juga: Siap Disuntik Vaksin Nusantara, Adian Napitupulu: Tubuh Saya Tanggung Jawab Saya

Di sisi lain, Saleh memandang bahwa vaksin nusantara ini sangat potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Apalagi, presiden Jokowi sudah meminta agar Indonesia mengutamakan produk dalam negeri. Nah, vaksin nusantara ini harus menjadi salah satu contoh produk dalam negeri yang perlu mendapatkan dukungan dan perhatian pemerintah.

Lebih lanjut ia mengatakan, vaksinasi dengan vaksin nusantara ini dilakukan terbatas. Karena itu, tidak melanggar ketentuan apapun. Sehingga diharapkan dengan melakukan vaksinasi ini, BPOM akan lebih mudah memberikan berbagai macam izin yang dibutuhkan.

"Kita berani jadi contoh. Berani untuk divaksin lebih awal. Saya melihat, para peneliti dan dokter-dokter yang bertugas semuanya ikhlas. Tidak ada muatan politik sedikit pun," ucapnya.

Dan Saleh juga berharap kedaulatan dan kemandirian Indonesia dapat terjamin dalam bidang kesehatan dan pengobatan. Dia pun percaya, momentum covid-19 bisa menjadi pintu masuk.

"Sekarang kan kita masih tergantung negara lain. Ketika diembargo, program vaksinasi kita langsung terganggu. Setidaknya, mengganggu jadwal yang sudah ditetapkan sebelumnya. Di situ pentingnya kemandirian dan kedaulatan tersebut," pungkas dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini