Ombudsman: Keluhan Warga Tak Digubris Pertamina Sebelum Kilang Balongan Terbakar

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 14 April 2021 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 337 2394585 ombudsman-keluhan-warga-tak-digubris-pertamina-sebelum-kilang-balongan-terbakar-0yPuQojNvn.jpg Audiensi antara perwakilan PT Pertamina RU IV Balongan dengan warga terdampak kebakaran kilang minyak. (Foto : Okezone/Fathnur Rohman)

JAKARTA – Ombudsman Republik Indonesia (ORI) melakukan investigasi terkait insiden kebakaran kilang minyak PT Pertamina (Persero) di Balongan, Indramayu, Jawa Barat.

Anggota ORI, Hery Susanto, menyampaikan pihaknya menemukan beberapa hal dalam investigasi ini. Antara lain adanya keluhan masyarakat yang tidak direspons Pertamina dan tidak ada informasi yang terbuka mengenai kondisi kilang Balongan sebelum peristiwa kebakaran terjadi.

Berdasarkan hasil penelusuran ORI, sebelum peristiwa terbakarnya tangki pada Minggu 28 Maret 2021, warga sekitar lokasi di Balongan sudah mencium bau yang menyengat dari kilang Pertamina.

"Namun, keluhan warga tidak digubris Pertamina sehingga warga menjadi emosi dan terjadi aksi lempar ke Kantor Pertamina. Namun, tidak lama kemudian berhasil dibubarkan Polsek Balongan," kata Hery dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (14/4/2021).

Selain itu, ORI menemukan belum adanya mekanisme mitigasi bencana karena gagal teknologi yang dikoordinasikan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu.

Data menyebutkan, peristiwa kebakaran dan meledaknya tangki Pertamina Balongan ini berdampak terhadap 2.788 rumah warga sekitar dan telah diverifikasi sebanyak 1.313 rumah. Jumlah korban dilaporkan mencapai 895 jiwa yang terdiri atas 353 kepala keluarga.

Sedangkan terkait penyebab terjadinya insiden kebakaran empat tangki Pertamina, sampai saat ini masih dalam proses investigasi baik dari internal maupun pihak eksternal independen serta Bareskrim Polri.

“Terkait dampak terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM), berdasarkan penelusuran Ombudsman, insiden kebakaran ini tidak mempengaruhi pasokan BBM. Dari total 71 tangki, yang terbakar sebanyak empat tangki dengan kapasitas 7% dari seluruh BBM yang dihasilkan di Kilang Balongan,” ucap Hery.

Upaya penanggulangan yang telah dilakukan di antaranya, Bupati Indramayu menerbitkan surat keputusan (SK) Tanggap Darurat Terkait Gagal Teknologi dan SK Pos Komando Gagal Teknologi.

Dalam SK tersebut BPBD Indramayu mendapat tugas sebagai koordinator pengungsian, sedangkan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu bertugas mendata rumah warga yang rusak, Dinas Sosial Kabupaten Indramayu membantu BPBD, sedangkan Pertamina membantu bidang logistik.

Berdasarkan hasil investigasi tersebut, ORI memberikan saran kepada PT Pertamina dan PT KPI yakni untuk segera menyelesaikan investigasi mengenai akar penyebab terjadinya kebakaran empat tangki Pertamina Balongan dan menyampaikannya secara transparan kepada publik sebagai bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.

“Hal ini perlu melibatkan Bareskrim Polri untuk melakukan investigasi lebih lanjut,” ujar Hery.

Metode investigasi yang dilakukan ORI antara lain melalui terjun langsung ke lapangan serta meminta keterangan dari pihak PT Pertamina RU VI dan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) pada 7-9 April 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini