Meski Belum Lolos Uji Klinis Tahap II, Legislator Ini Siap Disuntik Vaksin Nusantara

Rakhmatulloh, Sindonews · Rabu 14 April 2021 14:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 337 2394527 meski-belum-lolos-uji-klinis-tahap-ii-legislator-ini-siap-disuntik-vaksin-nusantara-KKv8179t7b.jpg Ilustrasi (Foto : Freepik)

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena nekat akan tetap disuntik vaksin Nusantara, meski vaksi buatan anak negeri itu belum lolos uji klinis tahap dua. Pria yang akrab disapa Melki ini mengaku siap disuntik vaksin Covid-19 hari ini, Rabu (14/4/2021).

"(Lokasi) RSPAD Gatot Soebroto," katanya saat dikonfirmasi.

Politikus Partai Golkar ini mengaku tak ada masalah dirinya menjadi orang yang disuntik vaksin Nusantara, meski vaksin ini belum lolos uji klinis tahap dua. "BPOM dengan keyakinannya dan sudah dikasih masukan ke peneliti sudah diperbaiki," ungkapnya.

"Yang pasti begini, bagi yang datanya bisa masuk dalam tahap 2 pasti masuk, tapi bagi yang memang tidak memenuhi tahap 2 karena baru kena Covid-19 atau baru vaksin itu dia bisa pengobatan diri sendiri saja," kata Melki.

Dia pun berdalih tak ada masalah meski dirinya sudah pernah dilakukan vaksin dengan merek lain. Dia beranggapan bahwa ada vaksin yang memang tak meningkatkan kekebalan tubuh.

"Ya sama kita berobat saja, misalnya obat ini rasanya kurang cocok kita berobat lagi. Jadi biasa saja enggak usah dibikin rumit," ucap dia.

"Ini kan sama macam orang diobati memakai obat A, tapi enggak cocok dan mengganti obat B. Jadi enggak usah dibikin rumit," sambung dia.

Dia juga percaya, langkah dirinya yang bersedia divaksin nusantara ini tanpa proses uji klinis tahap dua. Dia mengaku yakin vaksin yang diinisiasi mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto ini 'aman' digunakan.

Baca Juga : Bima Arya Sebut Jika RS Ummi Kooperatif, Sidang Habib Rizieq Tak Perlu Ada

"Sekarang saya tanya uji klinis tahap 3 Sinovac udah keluar belum? Kita sudah pakai satu republik. Uji klinis Sinovac tahap 3 belum keluar tapi kita sudah pakai lho berjuta-juta," ungkapnya.

"Jadi enggak usah terjebak di hal-hal uji klinis, simple aja. Setiap orang punya keyakinan sendiri dengan obat yang diyakini benar," tukasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini