3 Posisi Bakal Kena Reshuffle Jokowi Pekan Ini, Siapa yang Terdepak?

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 14 April 2021 12:28 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 337 2394437 3-posisi-bakal-kena-reshuffle-jokowi-pekan-ini-siapa-yang-terdepak-rwAJtQCYT6.JPG Presiden Jokowi. (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin membenarkan ada tiga posisi yang akan di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pekan ini. Namun, ia tidak memerinci nama-nama dimaksud.

"Iya, iya, betul," kata Ngabalin saat dikonfirmasi MNC Portal, Selasa 13 April 2021.

Saat ditanya lebih lanjut ihwal menteri apa yang akan terdepak, Ngabalin mengaku belum tahu. Ia belum bisa menjelaskan lebih banyak soal reshuffle pada Kamis 15 April 2021 mendatang.

"Itu yang kita belum tahu, kalau Adinda masih sempat kita berkomunikasi Insya Allah panjang umur, tidak ada aral melintang, hari Kamis bang Ali bisa cerita banyak," imbuhnya.

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Makin Kencang, Dua Bulan Lalu Jokowi Bilang Begini

Sebagaimana diketahui, isu reshuffle atau kocok ulang kabinet kembali membetot perhatian publik, seiring dengan rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud dan pembentukan Kementerian Investasi. Surat terkait ini sudah dikirim ke DPR RI pada 30 Maret 2021.

Beberapa kalangan memastikan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengangkat sosok baru untuk mengisi Kementerian Investasi. Namun ada juga yang menyebut bahwa Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia akan digeser ke posisi tersebut.

Baca juga: Rombak Kabinet Pekan Ini, Ngabalin: Jokowi Tak Punya Ketergantungan dengan Siapapun

Kemudian nasib Mendikbud Nadiem Makarim masih belum jelas apakah akan dipertahankan atau diganti karena adanya peleburan. Sementara itu Bambang Brodjonegoro tentunya dipastikan tak akan menjabat sebagai Menristek. Namun, setelah itu juga belum dipastikan apakah Bambang tetap di pemerintahan atau tidak.

Selain itu juga ada yang menyebut pos-pos lain yang perlu dilakukan reshuffle, terutama menteri-menteri yang dianggap tidak berkinerja baik.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini