Banyak Rumah Rusak Akibat Gempa 6,1 SR di Malang, Kepala BMKG: Karena Struktur Bangunan Buruk

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 14 April 2021 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 337 2394307 banyak-rumah-rusak-akibat-gempa-6-1-sr-di-malang-kepala-bmkg-karena-struktur-bangunan-buruk-djmnmi4mnq.jpg Rumah rusak akibat gempa Malang.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab banyaknya rumah dan bangunan yang rusak saat terjadi gempa berkekuatan magnitudo 6,1 skala richer (SR)  di Malang, Jawa Timur.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, banyaknya rumah dan bangunan rusak saat terjadi gempa salah satunya disebabkan buruknya struktur bangunan.

"Dari hasil survei dan evaluasi di lapangan banyak ditemukan struktur bangunan yang tidak memenuhi persyaratan tahan gempa. Mayoritas bangunan tidak menggunakan struktur kolom pada bagian sudutnya," ungkap Dwikorita melalui keterangan tertulisnya dikutip pada Rabu (14/4/2021).

Baca Juga: Gempa Kembali Landa Malang, BMKG: Titik Guncangan Termasuk Dangkal

Penyebab Kedua, lanjut Dwikorita, adalah kondisi batuan/tanah setempat. Kerusakan banyak terjadi pada endapan alluvium dan endapan lahar gunung api.

Ketiga, kondisi topografi setempat yang berupa lereng lembah yang tersusun oleh tanah atau batuan dengan klasifikasi kerapatan tanah (densitas) sedang. Dan terakhir keempat, adalah jarak terhadap pusat gempa.

Baca Juga: Korban Gempa Malang Bertambah, Satu Orang Meninggal saat Dirawat di RS

"Ini temuan hasil survey Makroseismik dan Mikroseismik BMKG di Malang, Blitar, dan Lumajang. Salah satu titiknya yaitu di Desa Sumber Tangkil dan Desa Jogomulyan Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang yang merupakan wilayah terparah terdampak gempa," ujarnya.

Lebih lanjut, Dwikorita mengatakan bahwa sebenarnya gempa tidak membunuh atau melukai. Justru, kata dia, bangunanlah yang melukai bahkan membunuh manusia. Maka dari itu, rumah atau bangunan perlu dipersiapkan dan direncanakan agar kuat dan tahan gempa.

"Potensi bahaya gempa bumi di Indonesia sangat besar, jadi harus diantisipasi dengan menerapkan building code dengan ketat dalam membangun struktur bangunan. Bangunan tahan gempa bumi wajib diberlakukan di daerah rawan gempa," tegasnya.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini