Ziarah ke Makam Raja-raja Kerajaan Demak di Masjid Demak

Doddy Handoko , Okezone · Rabu 14 April 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 14 337 2394270 ziarah-ke-makam-raja-raja-kerajaan-demak-di-masjid-demak-DtzBG5LcK7.jpg Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Dalam babad Tanah Jawi diceritakan, ketika Raden Patah meninggal di makamkan di sebelah kiri masjid Demak,Jawa Tengah. Di situ juga makam Raden Patiunus, Sultan Demak II (1518-1521), makam Raden Trenggana, Sultan Demak III (1521-1546) dan anggota keluara kerajaan lannya.

Di samping itu, terdapat juga museum yang mencatat perjalanan Mesjid Agung Demak, seperti 4 saka guru Asli, dan juga situs sumur air keramat.

Mesjid yang konon didirikan oleh Raden Patah pada abad ke 15 Masehi, tepatnya 1477 itu hingga kini masih berdiri kokoh, meskipun sudah dilakukan berbagai perbaikan disana-sini, mengingat usianya yang sudah 5 abad. Apalagi jika diingat semua hal masih berfungsi normal, termasuk sholat lima waktu yang masih terus di lakukan di Mesjid Agung Demak ini.

Bangunan Mesjid Agung Demak yang berjarak 26 km dari kota Semarang, dan 26 km dari kota Kudus ini, terdiri dari serambi Mesjid dan Bangunan induk Mesjid.

Bangunan Serambi yang terletak pada bagian depan, atapnya berbentuk limas, tanpa dinding, atau bangunan terbuka, dan ditopang dengan delapan buah tiang yang disebut dengan saka majapahit.

Pada bagian serambi, juga terdapat bedug besar, pada bagian Serambi inilah para jamaah lebih banyak untuk duduk, istighfar dan istirahat menunggu sholat wajib dilaksanakan.

Sedangkan pada bangunan induk Mesjid, terpadat empat buah tiang utama yang disebut dengan saka guru, yang diberi nama sesuai dengan nama para wali yang membuatnya, sakaguru Sunan Ampel (surabaya), sakaguru Sunan Bonang (Tuban), sakaguru sunan Gunung Jati (Cirebon) dan sakaguru Sunan Kalijaga (Demak).

Untuk sakaguru Sunan Kalijaga diberi nama khusus dengan nama sakatatal, karena terdiri dari serpih-serpihan kayu yang diketam, yang konon dibuat hanya dalam waktu satu malam.

Disamping Masjid, terdapat juga museum yang mencatat perjalanan Mesjid Agung Demak, seperti 4 sakaguru Asli, dan terpadat juga situs sumur air keramat.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini