Riwayat Nama Jalan Batusari di Palmerah, Pabrik Ubin Milik Ayah Addie MS

Hasan Kurniawan, Okezone · Selasa 13 April 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 337 2393920 riwayat-nama-jalan-batusari-di-palmerah-pabrik-ubin-milik-ayah-addie-ms-NbGIfU8CRx.jpg Bandi Sumaatmadja (Foto : Twitter/@addiems)

TANGERANG - Ada cerita di balik nama sebuah jalan. Ternyata, nama Jalan Batusari, di daerah Palmerah, Jakarta Barat, memiliki kisah pribadi dengan Addie Muljadi Sumaatmadja atau biasa dikenal Addie MS.

Dalam akun Twitter @addiems, musisi berbakat ini menceritakan, bahwa sosok ayahnya Bandi Sumaatmadja adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Jika almarhum sang ayah masih hidup hari ini, usianya sudah menginjak 97 tahun.

"Seharusnya hari ini Papa berusia 97 tahun. Meski Papa bukan jenderal, aku bangga padanya sebagai pejuang kemerdekaan," tulis Addie, melalui akun Twitter-nya @addiems, Selasa (13/4/2021).

Semasa berjuang mempertahankan kemerdekaan bangsa itu, almarhum Bandi dianugerahi sejumlah penghargaan atas jasa-jasanya, seperti tanda jasa pahlawan Bintang Gerilya, Satya Lencana Perang Kemerdekaan, dan Satya Lencana GOM ke-1.

"Kakak dari papa gugur diterjang peluru di Semarang saat berjuang bersamanya. Beruntung Papa selamat, sehingga aku bisa hadir di dunia, menikmati hasil perjuangan Papa bersama berjuta pejuang lainnya," sambung Addie lagi.

Baca Juga : Fatwa MUI: Tes Swab Lewat Mulut atau Hidung Tak Membatalkan Puasa

Setelah menikah, Bandi mendirikan pabrik ubin teraso PT Batusari, menyuplai lantai teraso gedung-gedung di Jalan Sudirman, seperti Sarinah, Hotel Sahid, dan lain-lain. Dari pernikahan itu, Bandi dikaruniai sebanyak delapan orang anak.

"Sayangnya, delapan anaknya tidak ada yang berminat untuk meneruskan usaha Papa. Kini nama Batusari diabadikan menjadi nama jalan, di lokasi pabrik tersebut, di daerah Palmerah," ungkapnya.

Saat Bandi masih hidup, Addie juga mengaku, bahwa ayahnya itu sempat menentang keinginannya menjadi musisi. Tetapi Addie jalan terus dengan niat untuk menjadi musisi. Bahkan, penolakan itu menjadi semangat baginya untuk lebih memacu diri.

"Meski awalnya menentangku hidup sebagai seniman. Ternyata itu malah menjadi cambuk untuk membuktikan bahwa aku bisa hidup sebagai musisi. Thanks for the challenge, Pa. Selamat ulang tahun, Papa. Semoga selalu ada lilin yang menerangi Papa di surga. Amiin ya robbal alamiin," pungkasnya.

Cuitan Addie mendapat di respon positif dari warga net yang terharu dengan kisah perjuangan ayahnya. Salah seorang netizen Huans.Ikiaku @Huans2Huans malah fokus pada nama Jalan Batusari di Palmerah.

"Oh gituu. Baiklah. Jadi tahu nama Batusari di daerah Palmerah berawal dari pabrik ubin teraso," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini