2 Desa di Alor Kembali Longsor Pasca Bencana Siklon Tropis Seroja di NTT

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 13 April 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 337 2393709 2-desa-di-alor-kembali-longsor-pasca-bencana-siklon-tropis-seroja-di-ntt-yx06heyukv.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi mengungkapkan, ada dua Desa di Alor yakni di Desa Lippang dan Pido kembali mengalami longsoran pada Senin 12 April 2021.

Sebelumnya, wilayah Alor termasuk dua Desa ini terdampak siklon tropis Seroja yang menyebabkan banjir dan tanah longsor.

“Kami mendapat laporan lagi bahwa terjadi longsoran lagi di Lippang dan Pido,” ungkap Josef Nae dalam keterangannya secara virtual lewat kanal resmi BNPB, kemarin malam.

Baca juga:  Warga Bandung Meninggal Dunia Tertimpa Longsor Tebing Sawah

Namun begitu, Josef Nae mengatakan bahwa unsur Polri sudah mengantisipasinya dan menurunkan alat berat.

“Oleh sebab itu, teman-teman di daerah terutama unsur Polri dan unsur Polres sudah mengantisipasi dan alat berat sudah turun ke lapangan,” tuturnya.

 Baca juga:  Update Korban Bencana Banjir dan Longsor Kabupaten Alor NTT, 27 Meninggal, 16 Hilang dan 25 Luka-luka

Josef Nae juga mengatakan, bahwa dua desa di Alor ini juga sempat tidak bisa dilewati baik dari jalur darat maupun jalur laut pasca siklon tropis seroja melanda.

“Dua Desa yang kemarin kami laporkan yang tidak bisa dilewati oleh darat maupun oleh laut yaitu di Alor, Desa Lippang dan Desa Pido.”

Meski demikian, Josef Nae mengatakan dari laporan terakhir bahwa logistik yang disalurkan oleh TNI AD, Kepolisian terutama Brimob sudah sampai di Pido dan Lippang.

“Kemarin sampai hari ini TNI AD, teman-teman dari Kepolisian khususnya Brimob, sudah sampai dan bahkan logistik juga sudah sampai ke Pido dan Lippang,” paparnya.

Khusus di wilayah Alor, jumlah korban akibat bencana siklon seroja ini sebanyak 28 orang meninggal dunia. Kemudian sebanyak 13 orang masih dinyatakan hilang dan juga terdapat 26 orang mengalami luka-luka. Selain itu, sebanyak 39.980 KK atau sebanyak 155.412 jiwa terdampak. Dan juga sebanyak 500 jiwa yang masih mengungsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini