Mudik Dilarang, Epidemiolog: Tidak Efektif, Mengapa Terus Menyusahkan Masyarakat?

Agregasi BBC Indonesia, · Selasa 13 April 2021 08:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 337 2393668 mudik-dilarang-epidemiolog-tidak-efektif-mengapa-terus-menyusahkan-masyarakat-HwXC2oV7eZ.jpg Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten (Foto: Antara)

KEMENTERIAN Perhubungan membantah jika kebijakan yang membolehkan pergerakan kendaraan di 37 kota di tengah larangan mudik lebaran pada 6-17 Mei 2021 disebut sebagai pelonggaran.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, mengatakan daerah dikecualikan karena ada pekerja yang tempat tinggal dan lokasi pekerjaan melintasi antarkabupaten/kota. Adapun kebijakan larangan mudik tahun ini, klaimnya lebih ketat dari tahun lalu karena melipatgandakan titik penyekatan di jalur-jalur ramai pemudik. Sehingga diharapkan bisa menekan angka kasus positif Covid-19. 

Tapi seorang pakar epidemiologi menilai, aturan larangan mudik pada tahun ini tetap akan meningkatkan kasus positif virus corona karena pemerintah tak mendukung kebijakan itu dengan 3T yakni testing, tracing, dan treatment.

"Tidak memberi daya ungkit"

Epidemiolog dari Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI), Masdalina Pane, menilai pemerintah tidak menggunakan pengalaman dan data mengenai larangan mudik tahun lalu dalam membuat kebijakan kali ini.

Pada tahun 2020 pemerintah, katanya, juga melarang mudik lebaran tapi angka positif Covid-19 naik. Jika berkaca pada kejadian itu, semestinya pemerintah tak mengambil langkah serupa yang menurutnya "tidak memberi daya ungkit" terhadap upaya pengendalian Covid-19.

"Sudah ratusan kebijakan pemerintah terkait pengendalian pandemi, ada yang mengukur implementasi dan evaluasinya? Apakah kebijakan itu memberi daya ungkit pengendalian? Kalau tidak, kenapa terus menyusahkan masyarakat?" kata Masdalina Pane kepada Quin Pasaribu yang melaporkan untuk BBC News Indonesia, Minggu (11/04).

Bagi Masdalina, kebijakan larangan mudik lebaran takkan bisa mencegah warga untuk tidak pulang ke kampung halaman. Mereka bisa saja mudik sebelum tanggal yang ditetapkan pemerintah, imbuhnya.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini