TNI AL Tambah Satu KRI Bawa Bantuan 700 Ton Logistik Menuju NTT

Yohannes Tobing, Sindonews · Senin 12 April 2021 19:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 337 2393517 tni-al-tambah-satu-kri-bawa-bantuan-700-ton-logistik-menuju-ntt-GpIXAHkM0y.jpg TNI AL kirim bantuan ke NTT. (Foto: Dok TNI AL)

JAKARTA - TNI Angkatan Laut (AL) kembali mengerahkan kapal untuk membawa bantuan logistik, baik makanan dan pakaian kepada masyarakat korban bencana alam di sejumlah wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Staff Angkatan Laut, Laksamana Besar TNI Yudo Margono mengatakan, pihaknya menerjunkan KRI Tanjung Kambani-971 untuk mengirimkan 700 ton logistik yang terdiri dari 1.800 Kg beras, pakaian dan juga alat berat untuk evakuasi.

Baca juga: Kapal Perang TNI AL Tembakkan Rudal Sejauh 70 Km Tepat Kenai Target

“Pengiriman logistik sebanyak 700 ton ini merupakan perintah langsung dari Bapak Panglima TNI, dalam program TNI AL peduli akan keadaan saudara saudara kita yang tertimpa musibah di NTT,” Kata Yudo di Dermaga 2 JICT, Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara, Senin (12/4/2021). 

Dikatakan Yudo, pemberangkatan ratusan ton logistik tersebut diperkiraaan akan sampai pada tujuan NTT dalam kurun waktu tempuh selama empat hari. Kapal berangkat langsung dari pelabuhan Tanjung Priok menuju Pelabuhan Lewoleba Lembata, NTT. 

Baca juga: Panglima TNI Resmikan Kapal Selam Canggih Buatan Anak Negeri KRI Alugoro-405

“Kurun waktu tempuh sekitar empat hari hingga sampai lokasi tujuan” ujarnya.

Adapun dalam penanganan bencana alam yang terjadi di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, TNI AL telah menerjunkan sejumlah kapal perang. 

Seperti KRI Oswal Siahaan 354 (OWA), KRI Ahmad Yani-351, KRI Semarang - 594 dan yang terakhir KRI Tanjung Kambani - 971. Dari beberapa kapal tersebut diketahui membawa sejumlah bantuan logistik, relawan maupun tenaga medis 

Sementara itu berdasarkan data sementara BNPB, diketahui sebanyak 128 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor. Korban meninggal terbanyak terdapat di Lembata, yakni 67 orang. 

Korban meninggal di Flores Timur 49 orang dan Alor 12 orang. Banjir juga menyebabkan 8.424 orang dari 2.019 keluarga mengungsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini