Terungkap, Salah Satu Vendor Bansos Ternyata Perusahaan Transportasi

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Senin 12 April 2021 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 337 2393383 terungkap-salah-satau-vendor-bansos-ternyata-perusahaan-transportasi-AaF9Mx7ZqP.jpg Mensos Juliari Batubara. (Okezone)

JAKARTA - PT Tiga Pilar Argo Utama salah satu vendor pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 ternyata perusahaan yang bergerak di bidang transportasi barang dan distribusi pupuk. Hal itu terungkap saat sidang lanjutan dugaan suap pengadaan bansos di Kemensos pada 2020 dengan agenda persidangan pemeriksaan terdakwa dari pihak swasta Ardian IM.

Dalam persidangan, jaksa penuntut KPK mencecar Ardian yang merupakan Direktur Utama PT Tiga Pilar Argo Utama itu terkait perusahaannya. Ardian mengaku perusahaannya membidangi transportasi barang dan distribusi pupuk.

"Transportasi, distribusi pupuk," kata Ardian di pengadilan negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021).

Ardian menyebut alasan PT Tiga Pilar Argo Utama dapat jatah vendor bansos karena waktu itu perusahaannya sedang bekerja sama dengan seorang wanita bernama Ria tentang pengadaan beras.

"Itu usaha beras milik Bu Ria Rita. Dia pemasok penyedia jasa di tahap sebelumnya, beras dan barang lainnya," kata Ardian.

Jaksa masih kurang puas dan menanyakan pernah atau tidaknya PT Tiga Pilar Argo Utama mengerjakan pengadaan sembako.

"Tidak," kata Ardian.

Ardian lalu membawa Ria ke pihak swasta Helmi Rifai. Helmi merupakan orang yang membantu Ardian untuk mendapatkan proyek pengadaan sembako di Kemensos.

"Saya perkenalkan bahwa Bu Ria sudah siapkan barang-barangnya," kata Ardian.

Saat ditanyai lebih lanjut, usai terpilih jadi vendor bansos, Ardian menyiapkan penggilingan beras di Kabupaten Serang.

Baca Juga : Sidang Bansos Covid-19, Saksi Blak-blakan soal Manfaat Bansos Sembako

"Kami awalnya menyiapkan penggilingan beras di Serang," katanya.

Jaksa kembali mengonfirmasi kepada Ardian kenapa bisa menyuruh orang lain untuk menjadi vendor. Padahal seharusnya perusahaan Ardian sendiri yang melakukan pengadaan barang bukan dari orang lain.

Ardian pun menjawab karena alasan pandemi, dan memilih Ria untuk pengadaan sembako untuk perusahaannya dihalalkan demi menyelamatkan kantor.

"Apapun peluang bisnis diambil," katanya.

Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja didakwa menyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara senilai Rp1,95 miliar terkait penunjukkan perusahaan penyedia bansos sembako Covid-19.

Baca Juga : KPK Konfirmasi Aliran Uang untuk Juliari Batubara Lewat Mantan Sesprinya

Selain menyuap Juliari, Harry juga didakwa menyuap dua anak buah Juliari yaitu Adi Wahyono selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Pusat Kemensos tahun 2020 dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako COVID-19 COVID-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos bulan Oktober-Desember 2020 dan Matheus Joko Santoso selaku PPK pengadaan bansos sembako COVID-19 pada Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemensos bulan April-Oktober 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini