Ramadan di Tengah Covid-19, Beda Tahun Lalu dan Sekarang

Tim Okezone, Okezone · Senin 12 April 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 337 2393217 ramadan-di-tengah-covid-19-beda-tahun-lalu-dan-sekarang-b8WzVsFDOL.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ramadan 1442 Hijriah segera tiba. Namun, virus corona atau Covid-19 masih terus mendera dunia, termasuk Indonesia.

Tahun ini, 2021, menjadi tahun kedua bagi umat Muslim menjalankan ibadah puasa Ramadan berdampingan dengan virus berbahaya tersebut. Meski, tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, khususnya di Indonesia.

Baca Juga: Satpol PP DKI Perketat Penjagaan Antisipasi Sahur On The Road

Pada Ramadan tahun lalu, 2020, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan edaran Surat Edaran No 6 Tahun 2020 terkait Panduan Ibadan Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah. Kebiasaan masyarakat saat Ramadan berubah.

Di antaranya dianjurkan untuk tidak melakukan sahur on the road dan buka puasa bersama. Aturan tersebut kembali diterapkan pada Ramadan 2021 melalui edaran Kemenag No 3 Tahun 2021.

Namun, jika memang harus menggelar kegiatan buka puasa bersama harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50%.

Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah. Pada Ramadan 2021, pemerintah mengizinkan Salat Tarawih dan Witir, Salat Fardu, dan Itikaf digelar di masjid dengan kehadiran 50% dari kapasitas masjid. 

Selain itu, menerapkan jaga jarak minimal 1 meter antarjamaah, membawa sajadah dan mukena masing-masing.

Baca Juga: Masjid Al Akbar Surabaya Gelar Tarawih Malam Ini

Tilawah atau tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing pada tahun lalu. Berbeda dengan Ramadan 2021, pengajian/ceramah/kultum Ramadan dan kuliah subuh diperbolehkan dengan durasi paling lama 15 menit.

Pada tahun lalu peringatan Nuzulul Qur’an dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan. Sementara Ramadan tahun ini, peringatan Nuzul Qur'an diperbolehkan di masjid atau musala dengan pembatasan paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan.

Selama berkegiatan di masjid atau musala pengurus juga diwajibkan untuk menegakkan protokol kesehatan dan menyiapkan sarana dan prasarananya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini