Kisah Pasukan Siliwangi Jalan Kaki 600 Km, Ditembaki Belanda, Wanita dan Anak Hanyut di Sungai

Doddy Handoko , Okezone · Senin 12 April 2021 06:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 12 337 2393003 kisah-pasukan-siliwangi-jalan-kaki-600-km-ditembaki-belanda-wanita-dan-anak-hanyut-di-sungai-SWxnGhLDv4.JPG Ilustrasi pasukan Siliwangi.(Foto:Dok Okezone)

"Batalyon-batalyon pada awal tahun 1948 dihijrahkan dari Jawa Barat, banyak keluarganya yang menyusul dan mencari suami-suaminya di daerah 'hijrah' di Jawa Tengah, setelah pasukan Siliwangi harus kembali ke Jawa Barat, tidak ada jalan lain, mereka ikut kembali," tulis Himawan Soetanto.

Seperti halnya para pasukan, istri dan anak mereka juga ikut berjalan kaki menuju kantong gerilya. Mereka harus melalui jalan yang gelap gulita, menyeberangi sungai deras, mendaki bukit-bukit licin dan curam, termasuk menghadapi hewan-hewan liar dan buas.

Sepanjang 600 km, mereka berjalan kaki, menghadapi kelaparan, penyakit hingga serangan militer Belanda dan teror pasukan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII). Dalam perjalanan, ada anak-anak dan perempuan tewas terbunuh oleh bom pesawat-pesawat Belanda.

Pimpinan Markas Besar Tentara (MBT) membagikan sarung baru kepada seluruh pasukan. Sarung itu bukan saja sebagai selimut penghangat tidur namun juga bisa digunakan saat mereka harus menyeberang Sungai Serayu.

Dengan sambungan sarung yang beruntai mereka bisa menyeberangi sungai yang berarus deras itu. Proses penyeberangan membawa meminta korban, anak-anak dan perempuan yang hanyut oleh hantaman arus sungai yang deras. Beberapa bocah dan perempuan yang ikut dalam rombongan hanyut.

Para ibu yang baru melahirkan di tengah perjalanan harus rela memberikan bayi-bayi itu kepada penduduk desa yang dilewati. Daripada bayi-bayi itu menderita dan menjadi ‘beban’ selama perjalanan, lebih baik diselamatkan oleh para penduduk. Kurang lebih 40 hari lamanya, mereka menyusuri ratusan kilometer untuk kembali Jawa Barat.

(saz)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini