Bertemu Presiden Korsel, Prabowo: Proyek Pembuatan Pesawat Tempur Harus Berhasil

Dita Angga R, Sindonews · Minggu 11 April 2021 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 337 2392784 bertemu-presiden-korsel-prabowo-proyek-pembuatan-pesawat-tempur-harus-berhasil-nxirKxUApZ.jpg Prabowo dan Presiden Korsel. (Foto: Kemhan.go.id)

JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di Seoul pada akhir pekan lalu. Pada pertemuan tersebut keduanya membahas kerja sama alat utama sistem persenjataan (alutsista)

Presiden Moon Jae-in mengatakan bahwa Korea Selatan merupakan mitra yang dapat dipercaya dalam kerja sama pertahanan.

“Sebagai negara yang memiliki kekuatan pertahanan dan alutsista yang unggul di tingkat dunia, Korsel merupakan mitra kerja sama industri pertahanan yang dapat dipercaya,” ujar Moon Jae-in dikutip dari keterangan pers Kedutaan Besar Korea untuk Indonesia, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Prabowo Bentuk Pasukan Elite Denwalsus Kemenhan

Moon Jae-in mengatakan dalam kerja sama industri pertahanan, Korsel tidak hanya mengekspor barang jadi, namun juga terus menjalankan kerja sama timbal balik yang saling menguntungkan dengan melakukan pengalihan teknologi, produksi bersama, serta pemasaran bersama ke negara ketiga.

“Produksi dan pengembangan bersama alutsista terdepan, seperti pesawat tempur dan kapal selam akan menguntungkan kedua negara secara nyata” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Menhan Prabowo mengaku kagum dengan kesuksesan Korsel dalam mengembakan industri pertahanannya.

Baca juga: Bicara Via Telepon, Menhan AS dan Indonesia Bahas Kerja Sama Pertahanan Bilateral

“Saya kagum karena Korsel sukses memajukan negara dan memodernisasi industri dan teknologi. Oleh karena itu, menurut saya, proyek kerja sama dengan Korsel, termasuk proyek KF-X/IF-X harus berhasil,” ujarnya.

Proyek KFX/IFX adalah proyek pengembangan dan pembuatan pesawat tempur generasi berikut secara massal antara Korea dan Indonesia, dengan modal 8,8 triliun Won atau Rp114.518.475.456.000 (Rp114 triliun) dari tahun 2015 sampai 2028.

Dia melanjutkan bahwa dirinya dan Menteri Pertahanan Korea atau Minister of Defence Acquisition Program Administration (DAPA) berusaha semaksimal mungkin untuk menghadapi hambatan yang ada.

“Menhan dan Menteri DAPA Korsel begitu baik hati, maka kami akan berusaha untuk mengatasi hambatan dan kesulitan,” ujarnya.

Sebelumnya saat bertemu Menteri DAPA , Prabowo mengungkapkan akan terus meningkatkan kerjasama pertahanan di masa mendatang. Di depan Menteri DAPA, Prabowo juga menyebut bahwa KFX/IFX Prototype Roll-out Ceremony menandakan sebuah pesan yang baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini