Bencana Gempa Jatim, BPBD Dirikan Pengungsian dan Dapur Umum

Tim Okezone, Okezone · Minggu 11 April 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 337 2392778 bencana-gempa-jatim-bpbd-dirikan-pengungsian-dan-dapur-umum-2vLCWiURKA.jpg Rumah warga Malang rusak akibat gempa (foto: Dok Okezone)

JAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota segera melakukan upaya penanganan darurat, pascagempa M6,1 yang menguncang beberapa wilayah Jawa Timur, pada Sabtu 10 April 2021, pukul 14.00 WIB. Saat ini penanganan darurat masih berlangsung di lapangan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan, BPBD kabupaten dan kota mendirikan pos komando (posko) untuk melakukan penanganan darurat secara efektif pascagempa.

"Posko ini membantu dalam pengelolaan pelayanan kepada warga terdampak, seperti dapur umum dan pengungsian. Salah satunya BPBD Kabupaten Lumajang yang mendirikan 2 tenda pengungsian. Lokasi pengungsian berada di Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari," kata Raditya dalam keterangannya, Minggu (11/4/2021).

Baca juga:  Warga Malang Histeris Akibat Gempa Susulan M5,5 saat Bersihkan Material Rumah yang Ambruk

Di samping itu, kata dia, BPBD juga bekerja sama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mengoperasionalkan dapur umum. Pelayanan permakanan ini melayani warga yang mengungsi di Ampelgading, Kabupaten Malang, dan Desa Kaliulung, Kabupaten Lumajang.

BPBD Provinsi Jawa Timur telah mendorong logistik, beras, lauk pauk, makanan siap saji, makanan tambahan gizi, mie instan, sembako lain, selimut, terpal. Tak lupa BPBD juga mengirimkan masker kain dan hand-sanitizer sebagai upaya pencegahan Covid-19. BPBD kabupaten dan kota pun mengerahkan sumber daya untuk penanganan darurat, termasuk logistik bantuan.

Baca juga:  Gempa Jatim: 8 Meninggal, 39 Luka dan Ribuan Rumah Rusak

Kata Raditya, perkembangan terkini, pada pukul 08.00 waktu setempat BNPB mencatat korban meninggal dunia 8 orang, luka ringan 36, luka sedang hingga berat 3 orang. BPBD Kabupaten Lumajang mengidentifikasi korban meninggal dunia di wilayahnya 5 orang, sedangkan Kabupaten Malang 3.

Sementara itu, dampak kerusakan di sektor pemukiman tercatat di 15 kabupaten dan kota di wilayah Jawa Timur. Total rumah rusak dengan kategori berbeda berjumlah 1.189 unit, dengan rincian rusak berat (RB) 85 unit, rusak sedang (RS) 250 dan rusak ringan (RR) 854.

"Kerusakan juga dialami fasilitas umum (fasum) dengan total kerusakan sejumlah 150 unit," sambungnya.

Dilihat dari peta guncangan dengan skala MMI, Kabupaten Malang dan Kabupaten Blitar mengalami intensitas guncangan pada IV MMI. BPBD Kabupaten Malang melaporkan rumah RR 525 unit, RS 114, RB 57, sedangkan kerusakan pada fasilitas pendidikan 14 unit, fasilitas kesehatan 8, tempat ibadah 26 dan jembatan 6 titik.

Kata Raditya, BPBD Kabupaten Blitar melaporkan kerusakan rumah RR 217 unit, RS 85 dan RB 10, sedangkan kerusakan fasum kantor 9 dan balai desa 3. Sejumlah kerusakan lain dilaporkan oleh beberapa BPBD di Provinsi Jawa Timur, seperti wilayah Kabupaten Lumajang, Pasuruan, Trenggalek, Probolinggo, Ponorogo, Jember, Tulunggagung, Nganjuk, Pacitan, sedangkan wilayah kota yaitu Blitar, Kediri, Malang dan Batu.

"Pascagempa M6,1, BNPB mendapat laporan dari BPBD mengenai gempa susulan. Sebanyak 8 gempa susulan dengan magnitudo berbeda," tuturnya.

Saat ini, BNPB terus memonitor dan melakukan koordinasi dengan BPBD di wilayah terdampak. Kepala BNPB Doni Monardo akan bertolak menuju Malang untuk melihat dampak kerusakan dan berkoordinasi dengan kepala daerah di wilayah terdampak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini