Pasca-gempa Jatim, BMKG: Waspadai Potensi Banjir Bandang dan Tanah Longsor

Dita Angga R, Sindonews · Minggu 11 April 2021 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 337 2392760 pasca-gempa-jatim-bmkg-waspadai-potensi-banjir-bandang-dan-tanah-longsor-TYgMdhHdv4.jpg Foto: Illustrasi Shutterstock

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di beberapa wilayah Jawa Timur (Jatim), untuk mewaspadai potensi terjadinya tanah longsor dan banjir bandang. Utamanya jika terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat pascagempa tektonik berkekuatan 6,1 pada Sabtu pukul 14.00.16 WIB.

“Mohon waspadai potensi longsor dan banjir bandang jika terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat setelah terjadi gempa,” kata Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dikutip dari laman setkab.go.id, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: BMKG: Pagi Ini Ada 8 Gempa Susulan di Jatim

Dwikorita menyampaikan bahwa BMKG Jatim hari telah mengeluarkan peringatan dini untuk hari ini. Dimana pada hari ini diperkirakan akan terjadi hujan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang sesaat di sejumlah wilayah.

Hujan tersebut dikhawatirkan dapat memicu longsor pada lereng-lereng rawan dan rapuh akibat gempa bumi. Selanjutnya dikhawatirkan dapat memicu banjir bandang. Hal ini berpotensi terjadi antara lain di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, Batu, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Trenggalek, dan Kabupaten Tulungagung.

Baca juga:  Banyak Bangunan Rusak Akibat Gempa Malang, BMKG Sebut Mitigasi Struktural Masih Lemah

BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari lereng dan berada di lembah sungai apabila terjadi hujan.

Lebih lanjut Dwikorita menyampaikan, BMKG mencatat gempa tektonik magnitudo 6,7 yang kemudian di-update menjadi magnitudo 6,1 terjadi di wilayah Samudra Hindia Selatan Jawa. Dengan episenter pada koordinat 8,83 LS dan 112,5 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 96 kilometer arah Selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Jatim pada kedalaman 80 km.

“Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi pergerakan naik (thrust fault),” ujarnya.

Menurutnya tak hanya di Malang, guncangan akibat gempa juga dirasakan di sejumlah daerah antara lain Blitar, Kediri, Trenggalek, Jombang, Nganjuk, Banjarnegara, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Mojokerto, Klaten, Yogyakarta, bahkan hingga beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat dan Bali.

“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat diminta agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini