Jayabaya Bisa Disejajarkan dengan Archimedes atau Isaac newton

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 11 April 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 337 2392652 jayabaya-bisa-disejajarkan-dengan-archimedes-atau-isaac-newton-sbLI7CzvwJ.jpg Ilustrasi Jayabaya.(Foto:Dok Okezone)

Hal ini merupakan gejala awal, jika dilihat dari atmosfer dan gejala alam yang berubah drastis. Ada air yang diangkat ke atas lebih besar, mungkin oleh panas global.Itu juga selaras degan perubahan frekuensi alam.

Juga terjadi perubahan genetika pada manusia. Misalnya kecerdasan akan berubah lebih hebat. Anak-anak yang lahir tahun ini akan berbeda dengan anak yang lahir 10-20 tahun yang lalu.

Itu menunjukkan banyak hal yang akan berubah lebih hebat. Kejadian-kejadian perubahan alam itu oleh manusia dianggap bencana tapi untuk alam bukan bencana tapi akan ada perubahan kondisi dan sistem.

Jayabaya cerdas melihat sistem alam yang sistemnya analog. Dia meneliti setelah sekian tahun apa saja yang terjadi dan itu telah menjadi siklus yang alami.

Bahasanya dibuat universal supaya orang lain bisa menangkap dan menafsirkan. Ramalan ini sama misalnya akan muncul musim semi, musim rontok atau musim dingin.Itu bukan ramalan lagi tapi perubahannya pertahun. Jika ramalan Jayabaya bisa terjadi dalam kurun waktu yang panjang bisa 10 tahun, ratusan tahun atau ribuan tahun.

"Secara makro ramalan jayabaya menurut saya ada suatu ritme siklus yang setiap taun ada kejadian secara makro sama. Apakah itu kejadian alam, sikap perilaku hampir ada amplitudo yang selalu sama. Dari kecerdasan Jayabaya sehinga ramalan dia itu menunjukkan ada kejadian yang sama dalam kurun waktu tertentu," ucapnya.

Kejadian itu dari yang palng detail sampai ekstrim, misalkan per-empat tahun, per-duapuluh tahun, per-seratus sekian tahun. Hal-hal yang tidak perlu diramal kejadian seperti musim hujan, musim kemarau, hal itu sama saja.

Ramalan-ramalan Jayabaya semacam itu banyak yang mendekati kebenaran karena dia termasuk orang yang mendapat pencerahan.

"Dia dapat disamakan dengan orang yang menemukan gravitasi, listrik atau mesin diesel. Bisa disebut sejajar dengan Archimedes atau Isaac Newton.Mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan. Misalnya penemu listrik, dulu sekolahnya tidak ada dalam artian tidak belajar tapi dapat menemukan listrik yang dapat menghidupi miliaran orang sedunia sampai sekarang," bebernya.

Mata batin Jayabaya bisa menembus kejadian yang akan datang atau masa depan. Hanya dia dengan bijak naskah yang dibuat tidak vulgar tapi dengan sanepa atau bahasa simbol.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini