Jayabaya Bisa Disejajarkan dengan Archimedes atau Isaac newton

Doddy Handoko , Okezone · Minggu 11 April 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 337 2392652 jayabaya-bisa-disejajarkan-dengan-archimedes-atau-isaac-newton-sbLI7CzvwJ.jpg Ilustrasi Jayabaya.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Ramalan jayabaya menjadi pondasi yang sangat kuat untuk memahami hukum alam. Ramalan yang ditulis Jayabaya secara samar-samar bahwa pulau jawa akan tenggelam atau tinggal separuh.

"Hal itu mungkin saja, bumi ini berevolusi dan berubah. Dulu jutaan tahun yang lalu benua-benua bentuknya tidak seperti ini. Setiap juta atau ribuan tahun terjadi perubahan," ujar Tukimin Wisanggeni, Javanologi.

Dikatakannya bahwa perubahan itu banyak hal berupa evolusi. Tapi belum akan terjadi jika diramalkan pulau jawa akan putus.mungkin nanti akan terjadi, tidak hanya pulau jawa, ada pulau yang muncul dan pulau-pulau yang tenggelam.

Baca Juga:  Siapa Nyi Roro Kidul atau Ratu Pantai Selatan yang Legendaris?

Hal ini merupakan gejala awal, jika dilihat dari atmosfer dan gejala alam yang berubah drastis. Ada air yang diangkat ke atas lebih besar, mungkin oleh panas global.Itu juga selaras degan perubahan frekuensi alam.

Juga terjadi perubahan genetika pada manusia. Misalnya kecerdasan akan berubah lebih hebat. Anak-anak yang lahir tahun ini akan berbeda dengan anak yang lahir 10-20 tahun yang lalu.

Baca Juga: Kisah Kesaktian Maling Aguno, Robin Hood dari Blitar yang Meresahkan Orang-Orang Kaya

Itu menunjukkan banyak hal yang akan berubah lebih hebat. Kejadian-kejadian perubahan alam itu oleh manusia dianggap bencana tapi untuk alam bukan bencana tapi akan ada perubahan kondisi dan sistem.

Jayabaya cerdas melihat sistem alam yang sistemnya analog. Dia meneliti setelah sekian tahun apa saja yang terjadi dan itu telah menjadi siklus yang alami.

Bahasanya dibuat universal supaya orang lain bisa menangkap dan menafsirkan. Ramalan ini sama misalnya akan muncul musim semi, musim rontok atau musim dingin.Itu bukan ramalan lagi tapi perubahannya pertahun. Jika ramalan Jayabaya bisa terjadi dalam kurun waktu yang panjang bisa 10 tahun, ratusan tahun atau ribuan tahun.

"Secara makro ramalan jayabaya menurut saya ada suatu ritme siklus yang setiap taun ada kejadian secara makro sama. Apakah itu kejadian alam, sikap perilaku hampir ada amplitudo yang selalu sama. Dari kecerdasan Jayabaya sehinga ramalan dia itu menunjukkan ada kejadian yang sama dalam kurun waktu tertentu," ucapnya.

Kejadian itu dari yang palng detail sampai ekstrim, misalkan per-empat tahun, per-duapuluh tahun, per-seratus sekian tahun. Hal-hal yang tidak perlu diramal kejadian seperti musim hujan, musim kemarau, hal itu sama saja.

Ramalan-ramalan Jayabaya semacam itu banyak yang mendekati kebenaran karena dia termasuk orang yang mendapat pencerahan.

"Dia dapat disamakan dengan orang yang menemukan gravitasi, listrik atau mesin diesel. Bisa disebut sejajar dengan Archimedes atau Isaac Newton.Mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan. Misalnya penemu listrik, dulu sekolahnya tidak ada dalam artian tidak belajar tapi dapat menemukan listrik yang dapat menghidupi miliaran orang sedunia sampai sekarang," bebernya.

Mata batin Jayabaya bisa menembus kejadian yang akan datang atau masa depan. Hanya dia dengan bijak naskah yang dibuat tidak vulgar tapi dengan sanepa atau bahasa simbol.

Yang lebih penting memahami perubahan-perubahan alam itu sendiri, hanya ritmenya pasti semua ada tanda-tanda. Sekarang mungkin akan mendekati seperti itu. Tanda-tandanya mulai kelihatan seperti perubahan cuaca yang ekstrem.

"Dulu hujan tidak sedahsyat ini, angin dan gelombang juga tidak sehebat itu.Musim kemarau juga akan mengalami panas yang dahsyat sampai kekurangan air.Mungkin tahun depan berbahaya akan muncul kering yang sangat luar biasa," ucapnya.

"Tapi perubahan yang luar biasa tidak akan sekarang, mungkin beberapa puluh tahun ke depan. Kejadian sekarang pengulangan beberapa windu yang lalu pasti akan terjadi. Misalnya banjir besar, nanti akan ada lagi banjir seperti itu," paparnya.

"Setelah diartikan baru kita mengerti kebenarannya seperti munculnya Jepang atau penjajahan," cetusnya.

Hal ini merupakan gejala awal, jika dilihat dari atmosfer dan gejala alam yang berubah drastis. Ada air yang diangkat ke atas lebih besar, mungkin oleh panas global.Itu juga selaras degan perubahan frekuensi alam.

Juga terjadi perubahan genetika pada manusia. Misalnya kecerdasan akan berubah lebih hebat. Anak-anak yang lahir tahun ini akan berbeda dengan anak yang lahir 10-20 tahun yang lalu.

Itu menunjukkan banyak hal yang akan berubah lebih hebat. Kejadian-kejadian perubahan alam itu oleh manusia dianggap bencana tapi untuk alam bukan bencana tapi akan ada perubahan kondisi dan sistem.

Jayabaya cerdas melihat sistem alam yang sistemnya analog. Dia meneliti setelah sekian tahun apa saja yang terjadi dan itu telah menjadi siklus yang alami.

Bahasanya dibuat universal supaya orang lain bisa menangkap dan menafsirkan. Ramalan ini sama misalnya akan muncul musim semi, musim rontok atau musim dingin.Itu bukan ramalan lagi tapi perubahannya pertahun. Jika ramalan Jayabaya bisa terjadi dalam kurun waktu yang panjang bisa 10 tahun, ratusan tahun atau ribuan tahun.

"Secara makro ramalan jayabaya menurut saya ada suatu ritme siklus yang setiap taun ada kejadian secara makro sama. Apakah itu kejadian alam, sikap perilaku hampir ada amplitudo yang selalu sama. Dari kecerdasan Jayabaya sehinga ramalan dia itu menunjukkan ada kejadian yang sama dalam kurun waktu tertentu," ucapnya.

Kejadian itu dari yang palng detail sampai ekstrim, misalkan per-empat tahun, per-duapuluh tahun, per-seratus sekian tahun. Hal-hal yang tidak perlu diramal kejadian seperti musim hujan, musim kemarau, hal itu sama saja.

Ramalan-ramalan Jayabaya semacam itu banyak yang mendekati kebenaran karena dia termasuk orang yang mendapat pencerahan.

"Dia dapat disamakan dengan orang yang menemukan gravitasi, listrik atau mesin diesel. Bisa disebut sejajar dengan Archimedes atau Isaac Newton.Mereka adalah orang-orang pilihan Tuhan. Misalnya penemu listrik, dulu sekolahnya tidak ada dalam artian tidak belajar tapi dapat menemukan listrik yang dapat menghidupi miliaran orang sedunia sampai sekarang," bebernya.

Mata batin Jayabaya bisa menembus kejadian yang akan datang atau masa depan. Hanya dia dengan bijak naskah yang dibuat tidak vulgar tapi dengan sanepa atau bahasa simbol.

Menurutnya, Jangka Jayabaya adalah hasil terjemahan Pujangga besar : R.Ng Ranggawarsita ( 1804-1873 M/ sastrawan, filsuf dan juga peramal) dari hasil karya -karya ramalan Prabu Jayabaya yang telah dikumpulkan pustaka kraton Surakarta, sehingga yang digunakan adalah bahasa Jawa sekarang, bukan aslinya Bahasa Jawa Kuno.

Ramalan-ramalan itu antara lain tingkah laku orang Jawa seperti gabah ditampi, mana yang benar mana yang asli,para pertapa semua tak berani, takut menyampaikan ajaran benar, salah-salah dapat menemui ajal.

Banjir bandang dimana-mana gunung meletus tidak dinyana-nyana, tidak ada isyarat dahulu. Sangat benci terhadap pendeta yang bertapa, tanpa makan dan tidur karena takut bakal terbongkar rahasianya siapa dia sebenarnya.

Ramalan lain tentang gejala jaman, isalnya jaman Kali-Swara dibagi menjadi, Kala-kukila100 th, (th. 1-100): Hidupnya orang seperti burung, berebutan mana yang kuat dia yang menang, belum ada raja, jadi belum ada yang mengatur atau memerintah.

Kala-buddha(th. 101-200): Permulaan orang Jawa masuk agama Buddha menurut syariat Hyang Agadnata (Batara Guru).

Kala-brawa (th. 201 - 300): Orang-orang di Jawa mengatur ibadahnya kepada dewa, sebab banyak Dewa yang turun ke bumi menyiarkan ilmu.

Kala-tirta (th. 301-400): Banjir besar, air laut menggenang daratan, di sepanjang air itu bumi menjadi belah dua. Yang sebelah barat disebut pulau Sumatra, lalu banyak muncul sumber-sumber air, disebut umbul, sedang,telaga, dan sebagainya.

Kala-swabara(th. 401-500): Banyak keajaiban yang tampak atau menimpa diri manusia.

Kala-rebawa(th. 501-600): Orang Jawa mengadakan keramaian kesenian.

Kala-purwa(th. 601-700): Banyak keturunan orang besar yang sudah menjadi orang biasa mulai jadi orang besar lagi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini