Muncul Cahaya Aneh Bernama Lightsaber Pasca Gempa 6,7 SR di Malang

Wahyu Budi Santoso, · Sabtu 10 April 2021 23:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 337 2392650 muncul-cahaya-aneh-bernama-lightsaber-pasca-gempa-6-7-sr-di-malang-CLG0wMCwgV.jpg Cahaya aneh muncul setelah gempa di Malang.(Foto:SC SINDOnews)

JAKARTA - Usai gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 skala richter (SR) yang melanda Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (10/4) sekitar 14.00 WIB muncul cahaya aneh yang disebut lightsaber.

Terlihat beberapa orang netizen mem-posting penampakan sinar berwarna-warni yang muncul di balik gumpalan awan. Sinar aneh tersebut muncul di langit Blitar, pasca gempa magnitudo 6,1 mengguncang kawasan tersebut.

Sinar sebagian tertutup oleh awan, yang sendiri menjadi fenomena yang menyebabkan badai di varganet. Lalu bagaimana penjelasan ahli tentang hal ini?.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Malang, Sejumlah Rumah Rusak

Penampakan cahaya misterius 'lightsaber' di langit Malang Jawa Timur Pasca Gempa Gempa bukanlah suatu yang aneh pasalny pemandanga serupa pernah beberapa kali di beberapa daerah salah satunya di Edmonton, di Alberta Kanada terlihat dengan mata telanjang dan pernah terdeteksi oleh Stasiun Antriksa Inggris (ISS).

Melihat sinar cahaya MISTERI itu warga langsung dilaporkan Stasiun Luar Angkasa Internasional. Penampakan itu berbentuk satu garis merah dan satu hijau yang pernah terlihat di dekat ISS pada 2016 dan 2017.

Baca Juga: Korban Meninggal Akibat Gempa Malang Jadi 7 Orang

Mereka yang telah menyaksikan cahaya Kanada mengakui bahwa mereka tidak tahu apa itu atau dari mana asalnya.

"Apa-apaan itu?" Tanya seorang penonton yang ketakutan ketika dia melihat fenomena langit yang sangat cerah seperti dilansir dari The SUN.

Dan yang lain percaya cahaya seperti "laser" itu terkait dengan HAARP - program militer AS yang dikabarkan untuk memanipulasi cuaca.

Meskipun mereka sangat mirip aurora, mereka tidak terkait dengan Cahaya Utara, yang disebabkan oleh partikel bermuatan listrik dari ruang angkasa.

Sebaliknya, pilar cahaya terjadi pada suhu beku ketika kristal es heksagonal datar terbentuk lebih rendah di atmosfer daripada biasanya.

Fenomena ini diketahui pertama kali di wilayah Marfa, Texas, pada tahun 1957. Saat itu, satu artikel di sebuah majalah menceritakan adanya fenomena misterius berupa penampakan bola cahaya aneh pada malam hari di dekat wilayah tersebut.

Kadang bola cahaya ini terlihat berjumlah lebih dari satu, dan juga kadang bola cahaya ini membelah dan bertambah banyak. Biasanya bola-bola cahaya ini berwarna putih, merah, kuning, atau oranye dan bergerak naik turun.

Meski fenomena ini baru dipublikasikan pada tahun 1957, ternyata fenomena ini sudah ada sejak lama. Tahun 1883, penduduk Texas bernama Robert Ellison sedang berkemah di sebelah barat Paisano Pass, Texas. Tak lama kemudian ia mulai menyaksikan cahaya-cahaya aneh berbentuk bola di kejauhan.

Pada mulanya ia mengira kalau cahaya itu adalah sinyal dari suku Indian Apache. Namun setelah memandangnya selama beberapa saat, ia menyadari bahwa cahaya itu bukan seperti yang dipikirkannya. Robert melihat bola cahaya aneh itu menari-menari di atas permukaan tanah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini