Penjelasan BMKG soal Gempa Dahsyat Malang yang Guncang Jawa Timur

Fahmi Firdaus , Okezone · Sabtu 10 April 2021 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 337 2392512 penjelasan-bmkg-soal-gempa-dahsyat-malang-yang-guncang-jawa-timur-laQiVR1zIQ.jpg Foto: BPBD Kabupaten Malang

JAKARTA – Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno mengatakan, gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,7 memicu guncangan kuat yang terasa hingga wilayah Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (10/4/2021).

(Baca juga: Foto-Foto Dahsyatnya Gempa Malang, Sejumlah Bangunan Hancur Rata dengan Tanah)

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di beberapa wilayah melaporkan gempa terasa di Kabupaten Malang, Blitar, Lumajang dan Kota Malang. Terkait dengan parameter gempa, BMKG memutakhirkan parameter gempa M6,1. Pusat gempa berada di laut dengan jarak 96 km arah selatan Kotan Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jatim, dengan kedalaman 80 km.

(Baca juga: Gempa Besar di Malang, Pengunjung Mal dan Tamu Hotel Kocar-Kacir)

“BPBD Kabupaten Malang menginformasikan guncangan dirasakan sedang hingga kuat selama 5 detik. Masyarakat setempat tidak panik. Sedangkan Kota Malang, BPBD melaporkan guncangan selama 12 detik dengan intensitas sedang. Masyarakat Malang panik dan berhamburan keluar bangunan,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan masyarakat Blitar yang merasakan guncangan kuat selama 30 detik. Mereka berhamburan keluar bangunan karena panik. Di kabupaten Lumajang, masyarakat di sana merasakan guncangan selama 20 detik. BPBD memantau masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. Beberapa BPBD di wilayah tersebut masih memonitor kondisi di lapangan pascagempa.

Sementara itu, BMKG melaporkan guncangan gempa bumi dengan parameter MMI sebagai berikut, Turen V MMI. Skala V MMI menggambarkan getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.

Wilayah Karangkates, Malang dan Blitar IV MMI. Skala ini menggambarkan bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Selanjutnya, wilayah Kediri, Trenggalek, Jombang III-IV MMI dan Nganjuk, Ponorogo, Madiun, Ngawi, Yogyakarta, Lombok Barat, Mataram, Kuta, Jimbaran, Denpasar III MMI. Skala III MMI menggambarkan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Sedangkan wilayah lain, Mojokerto, Klaten, Lombok Utara, Sumbawa, Tabanan, Klungkung, Banjarnegara II MMI. Skala II MMI menggambarkan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Setiyo mengatakan, bahwa lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa hingga pukul 14.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan atau aftershock.

Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menambahkan, BNPB telah berkoordinasi dengan beberapa BPBD yang merasakan guncangan gempa.

“Terkait dengan dampak gempa, BNPB masih melakukan koordinasi dengan BPBD yang melakukan pemantauan dan kaji cepat di lapangan,” ungkapnya.

“BNPB terus memonitor pascagempa dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga dalam mengantisipasi bahaya gempa bumi,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini