Kubu Moeldoko Gugat AD/ART Demokrat, Pengamat: Langkah Cerdas

Rakhmatulloh, Sindonews · Sabtu 10 April 2021 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 10 337 2392390 kubu-moeldoko-gugat-ad-art-demokrat-pengamat-langkah-cerdas-sOxxS2A5zj.jpg Moeldoko (Foto : iNews/Stepanus Purba)

JAKARTA - Partai Demokrat Kubu Moeldoko melayangkan gugatan hukum ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat usai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang ditolak Kemenkumham. Materi yang digugat adalah AD/ART kongres V Tahun 2020 yang dinilai menyalahi UU Parpol.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (Sudra), Fadhli Harahab, menilai upaya kubu Moeldoko memperkarakan AD/ART itu merupakan langkah cerdas dan cukup beralasan.

Pasalnya, dalam penyusunan AD/ART 2020 itu ditenggarai adanya niatan menjadikan Demokrat sebagai parpol milik keluarga. Terlebih, tercetus kabar kubu AHY telah mendaftarkan lambang dan nama partai ke Ditjen Kekayaan Intelektual Kemenkumham.

"Kalau AD/ART itu benar adanya tentu saja sangat tidak baik bagi internal PD sendiri. Ruang kebebasan sebagai roh demokrasi akan tertutup, sehingga yang terjadi adalah eksklusivitas," ujarnya, Sabtu (10/4/2021).

Dalam AD/ART Partai Demokrat 2020 disebutkan, posisi Majelis Tinggi memiliki wewenang besar dalam mengambil keputusan, termasuk soal KLB. Di saat bersamaan, posisi penting di struktur partai diisi oleh keluarga dan loyalis SBY (Ketua Majelis Tinggi).

Baca Juga : Daftarkan Partai ke Ditjen Kekayaan Intelektual, Kubu AHY Dituding Perampok Sesungguhnya

"Kalau dilihat dari wewenang dan komposisi struktural partai, sinyalemennya cukup kuat ada upaya untuk menjadikan PD partai milik keluarga yang lain bisa disebut ngontrak," tuturnya.

Baca Juga : Patenkan Demokrat, Loyalis AHY: SBY Pencipta Lagu dan Lambang Partai!

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini