Mudik Resmi Dilarang, Satgas-19: Harganya Nyawa

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 09 April 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 337 2391990 mudik-resmi-dilarang-satgas-19-harganya-nyawa-XYiiKfaaI9.jpeg Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito (Foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Mudik pada libur lebaran Idul Fitri 2021 resmi dilarang. Satuan Tugas Penanganan Covid-19 pun mengungkapkan jika mudik tidak dilarang akan terjadi mobilitas masyarakat. Dan mobilitas di saat pandemi Covid-19 saat ini harganya adalah nyawa.

“Kembali lagi saya mengingatkan itu adalah harganya nyawa,” ungkap Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam Dialog Mudik Ditunda, Pandemi Mereda secara virtual, Jumat (9/4/2021).

Wiku mengatakan jika memaksakan mudik, berarti kan menimbulkan mobilitas. “Akibatnya pasti penularan yang otomatis peningkatan kasus. Peningkatan kasus itu bukan hanya sekedar positif ya,” katanya.

“Efek dari beberapa individu tertentu yang komorbid, usia lanjut, kenaikan kasus, penularan itu artinya adalah nyawa. Jadi itu adalah konsekuensi publik yang harus kita tanggung. Dan itu jangan melakukan mudik,” tegas Wiku.

Baca Juga: Orangtua 19 Kali Berisiko Terinfeksi Covid-19, Lindungi dengan Tidak Mudik

Oleh karena itu, Wiku mengingatkan untuk masyarakat tidak mencoba mencari cara nekat agar bisa mudik. “Jadi jangan dilihat perspektif kalau tidak bisa mudik harus lewat dari mana ya caranya supaya ke tempat tujuan, bukan itu.”

“Tetapi harus diingat bahwa ini dalam rangka mencegah terjadinya penularan. Itu poin penting karena kita keluarga, kita sayang pada sesama, maka dari itu kita tidak melakukan (mudik),” tegas Wiku.

Apalagi, kata Wiku, selama ini libur panjang akan selalu diiringi kenaikan kasus yang meningkat tajam. “Karena pelajarannya sudah cukup jelas, selama ini setiap liburan panjang diikuti dengan kenaikan kasus dan kematian yang meningkat,” jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini