Geledah Kediaman Tersangka Korupsi Dinsos Bandung Barat, KPK Sita Sejumlah Dokumen

Raka Dwi Novianto, Sindonews · Jum'at 09 April 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 337 2391926 geledah-kediaman-tersangka-korupsi-dinsos-bandung-barat-kpk-sita-sejumlah-dokumen-JN3Kw5VSnU.jpg Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri. (Foto : iNews.id)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kediaman Pemilik PT Jagat Dir Gantara dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang M Totoh Gunawan (MTG). Totoh merupakan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada Dinsos Kabupaten Bandung Barat.

Selain menggeledah rumah Totoh, tim penyidik menggeledah 4 lokasi lainnya di wilayah Bandung.

"Kamis (8/04/2021) Tim Penyidik KPK telah melakukan penggeledahan di 5 lokasi berbeda yang berada diwilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, yaitu rumah kediaman dari tersangka MTG dan pihak-pihak yang diduga mengetahui perkara ini," ujar Pelaksana Tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (9/4/2021).

Ali mengungkapkan, dari penggeledahan itu ditemukan dan diamankan berbagai bukti di antaranya dokumen yang diduga terkait perkara.

"Selanjutnya bukti-bukti ini akan divalidasi dan dianalisis untuk segera diajukan penyitaannya guna menjadi barang bukti dalam berkas penyidikan perkara dimaksud," kata Ali.

Baca Juga : 11 Jam Geledah Kantor Bupati Bandung Barat, Penyidik KPK Sita Sejumlah Dokumen

Dalam perkara ini, Bupati Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (AUS) dan anaknya Andri Wibawa (AW) serta Totoh telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana pandemi Covid 19 pada Dinas Sosial Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Tahun 2020.

Dalam kasus ini, Aa Umbara Sutisna diduga menerima uang Rp1 miliar terkait pengadaan paket bahan pangan sembako untuk penanggulangan Covid-19 di Bandung Barat. Sementara Andri Wibawa diduga menerima keuntungan sebesar Rp2,7 miliar. Total, keduanya menerima Rp3,7 miliar. Sementara M Totoh Gunawan diduga menerima Rp2 miliar.

Atas perbuatannya, Aa Umbara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 56 KUHP.

Baca Juga : Bupati Bandung Barat Ditetapkan Tersangka Kasus Bansos Covid-19, Ridwan Kamil : Lukai Hati Kami

Sementara AW dan MTG disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 56 KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini