Kapal Perang TNI AL Tembakkan Rudal Sejauh 70 Km Tepat Kenai Target

Riezky Maulana, iNews · Jum'at 09 April 2021 11:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 337 2391873 kapal-perang-tni-al-tembakkan-rudal-sejauh-70-km-tepat-kenai-target-eExttEDE0G.jpg Kapal TNI AL saat latihan perang di Selat Sunda. (Foto : Ilustrasi/Dok TNI AL)

JAKARTA - Dua Kapal Perang TNI Angkatan Laut (TNI AL) yaitu KRI Clurit-641 dan KRI Kujang 642 berhasil menembakkan peluru kendali (rudal) C-705 sejauh 70 km. Rudal tersebut mengenai sasaran yakni kapal eks KRI Balikpapan sehingga membuat target tenggelam.

Penembakan rudal di perairan Natuna Utara ini tersaji dalam rangkaian latihan yang digelar TNI AL Pra Armada Jaya, Kamis (8/4/2021).

KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 merupakan Kapal Cepat Rudal (KCR) tipe 40 yang tergabung dalam Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I. Kapal tersebut merupakan kapal pemukul reaksi cepat. Dalam pelaksanaan tugasnya mengutamakan unsur pendadakan, mengemban misi menyerang secara cepat, menghancurkan target sekali pukul, dan menghindar dari serangan lawan dalam waktu singkat.

Di samping itu, rudal C-705 merupakan salah satu senjata strategis yang dimiliki TNI AL yang dipasang di kapal-kapal jenis KCR. Saat Latihan Pra Armada Jaya ini, TNI AL mengerahkan sejumlah alutsista yang dimiliki, meliputi kapal perang, pesawat udara, dan kendaraan tempur marinir.

Daerah latihan dilakukan di Jakarta, Laut Jawa, Laut Natuna Utara hingga Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Latihan ini akan berlangsung selama kurang lebih 10 hari, sejak 5 hingga 15 April 2021.

Pra Armada Jaya merupakan persiapan awal sebelum melaksanakan Latihan Armada Jaya yang merupakan latihan puncak TNI AL. Latihan matra TNI AL yang digelar ini terdiri dari latihan operasi laut gabungan (Opslagab) diperankan Koarmada II Surabaya, dan latihan operasi gabungan amfibi (Opsgabfib) dilaksanakan oleh Koarmada I Jakarta.

Baca Juga : Kompetisi di Atas Kapal Perang, TNI AL Maritime Hackathon 2021 Masuk MURI

Kemudian, latihan pasukan pendarat Korps Marinir (Pasrat Kormar) dilaksanakan oleh Kormar, latihan operasi pendaratan administrasi (Opsratmin) dilaksanakan oleh Kolinlamil, serta latihan operasi pertahanan pantai (Opshantai) dilaksanakan oleh Koarmada I dalam hal ini Lantamal IV Tanjung Pinang.

Latihan ini bertujuan menguji dan meningkatkan kemampuan profesionalisme prajurit TNI AL serta kesiapsiagaan alutsista TNI AL di lapangan. Alutsista yang dilibatkan dalam latihan ini antara lain kapal perang Latopslagab menggunakan kapal perang yakni KRI RE Martadinata-331, KRI I Gusti Ngurah Rai-332, KRI Fatahillah-361, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Nanggala-401, KRI Aluguro-405, KRI Diponegoro- 365, KRI Bung Tomo-357, KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Tjiptadi-381, KRI Pulau Rangsang-727, KRI Sutedi Senaputra–378, KRI Imam Bonjol-383, dan KRI Sembilang–850.

Kemudian untuk Latopsratmin meliputi, KRI Teluk Bintuni-520, KRI Teluk Lampung-540, KRI Teluk Amboina dan KRI Halasan-630. Sementara itu, Latopsfib menggunakan KRI Teluk Cirebon-543, KRI Teluk Ende-517, KRI Teluk Sorong-536, KRI Pulau Raas-726, KRI Bung Tomo-357 KRI Teuku Umar-385, KRI Patimura-371, KRI Imam Bonjol-383, KRI Jhon Lie-358 dan KRI Tjiptadi-381.

Baca Juga : Panglima TNI Resmikan Kapal Selam Canggih Buatan Anak Negeri KRI Alugoro-405

Dalam Latopshantai, TNI AL meliputi KRI Barakuda-814, KRI Kerait-827, dan KRI Sigurot-864. Selain itu, juga dikerahkan lima pesawat udara, 10 kendaraan tempur yang terdiri dari BTR-50 berjumlah unit dan BMP-3F sebanyak empat unit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini