Munas Alim Ulama, Gus AMI Sampaikan 12 Pokok Pikiran PKB

Rakhmatulloh, Sindonews · Jum'at 09 April 2021 02:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 337 2391717 munas-alim-ulama-gus-ami-sampaikan-12-pokok-pikiran-pkb-MJL9A3cNhf.jpg Ketum PKB Gus AMI (Foto: Okezone)

Sembilan, berbagai rangkaian kegiatan dalam Munas dan Mukernas tersebut merupakan bagian penting dari ikhtiar, kontribusi, dan partisipasi aktif PKB sebagai partai politik yang menegaskan diri dengan jargon politik rahmatan lil alamin. Politik yang memberi kemanfaatan seluas-luasnya untuk rakyat Indonesia.

Sepuluh, PKB sebagai partai pendukung pemerintah tetap konsisten mengawal agenda-agenda kebangsaan dan kenegaraan yang telah dicanangkan Presiden Jokowi, terutama ikhtiar untuk mempercepat kebangkitan ekonomi nasional. Selain itu, penguatan pesantren, pendidikan, serta pemulihan ekonomi di berbagai sektor, khususnya UMKM akan terus didorong PKB sebagai bagian penting bentuk dukungan PKB terhadap kinerja dan kepemimpinan Presiden Jokowi sejak periode pertama lalu hingga periode kedua saat ini.

Pokok pikiran kesebelas yakni adanya persepsi kurang baik terhadap partai politik, padahal tidak ada demokrasi tanpa partai politik. Karena itu, PKB bertekad mengubah cara kerja dalam segala hal.

PKB akan menguatkan dan mengokohkan kembali cara kerja para ulama/kiai pendiri PKB di semua level yang sangat ikhlas dan tanpa pamrih. Semua pengurus dan kader PKB harus mengubah total cara kerjanya di era pandemi, era disrupsi dan zaman serba IT. Semua kader juga harus mengubah cara kerja pelayanan terhadap rakyat dan negara agar lebih proaktif dan membumi, karena rakyat butuh karya dan pelayanan yang kongkrit bukan janji maupun lisan.

Terakhir, PKB mengingatkan kalimat fenomenal yang pernah disampaikan mantan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy: Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu.

"Munas dan Mukernas ini tujuannya menegaskan kutipan filosofis tersebut, yakni membahas apa yang bisa diperbuat PKB beserta para ulama yang selama ini mengayominya untuk bangsa dan negara. Sejak awal sangat jelas bahwa NU dan PKB konsisten mengikuti dawuh Hadratus Syaikh Kiai Hasyim Asy'ari, bahwa agama dan nasionalisme tidaklah bertentangan, justru saling menopang satu sama lain," tuturnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini