Munas Alim Ulama, Gus AMI Sampaikan 12 Pokok Pikiran PKB

Rakhmatulloh, Sindonews · Jum'at 09 April 2021 02:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 337 2391717 munas-alim-ulama-gus-ami-sampaikan-12-pokok-pikiran-pkb-MJL9A3cNhf.jpg Ketum PKB Gus AMI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus AMI menyampaikan 12 pokok pikiran dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB, Kamis 8 April 2021.

Pertama, Gus AMI menyatakan, Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB adalah agenda rutin partai yang tujuan keduanya saling menopang satu sama lain. Munas Alim Ulama rutin diselenggarakan PKB karena partai ini lahir dan besar di tangan para ulama.

"Sementara agenda Mukernas PKB bertujuan mengonsolidir isu-isu strategis kepartaian, terutama menyiapkan ikhtiar PKB menghadapi recovery ekonomi, kesehatan, dan sosial," ujarnya, Jumat (9/4/2021).

Kedua, lanjut Gus AMI, para alim ulama yang diundang di antaranya adalah kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU) serta tokoh-tokoh bangsa yang selama ini berkontribusi penuh ikut menjaga keutuhan bangsa dan negara dalam bingkai NKRI.

Karena PKB lahir dari rahim ulama dan kiai, maka Munas Alim Ulama ini didedikasikan untuk para tokoh agama yang selama ini istiqomah mengawal NU, PKB, serta kerukunan antarwarga bangsa dan masyarakat secara luas. Tentu saja para ulama ini juga konsisten mengawal perjalanan demokrasi dan kebhinnekaan yang dari hari ke hari tantangannya semakin dinamis dan bervariasi.

Baca juga: Harlah Ke-95, Cak Imin: Tambah Hari NU Tambah Sakti

"Apalagi dengan adanya peristiwa teror belakangan, maka alim ulamalah yang paling kita andalkan dalam membimbing umat ke jalan dan keyakinan yang benar. Selain itu, para kiai dan pesantren selama masa pandemi 1 tahun lebih, meski dengan kemampuan sendiri, kurang tersentuh dari pemerintah daerah, mereka tetap total menyelenggarakan pendidikan di pesantrennya tetap jalan dengan protkes yang ketat. Keberadaan kiai dan pesantren ini perlu diapresiasi oleh PKB, bahkan oleh pemerintah sendir," sambung dia.

Baca juga: Gus Ami: Jika Ingin Entaskan Kemiskinan, Perhatikan Pertanian

Ketiga, Mukernas PKB merupakan agenda rutin yang digelar sebagai bagian dari amanat partai untuk menyiapkan kerja-kerja strategis taktis kepartaian dalam memberikan kontribusinya kepada bangsa dan negara.

Saat ini, PKB melihat keadaan semakin membaik, pandemi Covid-19 mulai dapat dikendalikan, dan program vaksinasi masih berjalan sukses. Sehingga apa dilakukan pemerintah semakin on the track.

"Ke depan, kerja besar berikutnya adalah menyiapkan langkah-langkah positif bersama. Jangan sampai kita lengah dan terlena dengan situasi pandemi saat ini, karena what to do the next (apa yang kita lakukan nanti) itu tidak kalah penting dari what should we do now (apa yang harus kita lakukan saat ini). Jadi semuanya harus get well-prepared, mesin partai juga harus gerak cepat memberikan respon-respon kebangsaan sebagai bagian dari kontribusi riil kita untuk negara," ujarnya.

Selanjutnya dalam Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB 2021 ini, PKB akan memperjuangkan sejumlah hal strategis, Pertama, PKB sangat yakin bidang pendidikan adalah kunci bangsa ini mendapatkan SDM unggul, pandemi tidak boleh mengakibatkan matinya lembaga pendidikan, proses belajar mengajar tidak boleh terhenti dan anak didik juga tidak boleh terlalu lama di rumah karena akan kehilangan ghirah terhadap ilmu pengetahuan.

Alokasi anggaran bidang pendidikan, apapun kondisinya PKB ingin 20 persen APBN tidak dikurangi. PKB akan terus membantu pemerintah mewujudkan hadirnya pendidikan yang berkualitas dan lahirnya SDM unggul demi menyongsong Indonesia Emas 2045 nanti.

Kelima terkait UU Pesantren, PKB mengapresiasi lahirnya Peraturan Menteri Agama (PMA) No 30 tahun 2020 tentang Pendirian dan Penyelenggaraan Pesantren (diundangkan pada 3 Desember 2020), PMA No 31 tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren (diundangkan pada 30 November 2020), dan PMA No 32 tahun 2020 tentang Ma’had Aly (diundangkan pada 3 Desember 2020).

Namun, PKB juga terus mendorong penuh agar aturan-aturan mengenai pendanaan untuk pesantren juga diatur melalui skema yang lebih rigid, kurikulum pesantren yang diberi keleluasaan untuk dikelola secara mandiri oleh pesantren, pengakuan pendidikan pesantren, pendidikan diniyah, serta kesetaraan gelar lulusan pesantren seperti halnya sekolah umum. "PKB berharap Presiden segera mengeluarkan Peraturan turunan dari UU Pesantren agar bisa segera operasional," jelas pria yang akrab disapa Cak Imin itu.

Keenam pada bidang pertanian, PKB menilai petani adalah penolong negeri di masa pandemi, pertanian akan selalu menjadi tulang punggung sebuah bangsa. PKB meminta pemerintah memastikan ketersediaan pupuk dengan harga terjangkau, menjaga stabilitas harga pada saat panen raya melalui kebijakan tata niaga bahan pangan yang menguntungkan petani. Kemudian, percepatan alih teknologi dan modernisasi pertanian menjadi perhatian utama pemerintah.

Smentara itu, pemulihan ekonomi pascapandemi juga perlu melibatkan sektor UMKM. PKB mendorong pemerintah untuk memberikan alokasi anggaran yang cukup untuk sektor ini. PKB juga akan terus membantu semua pelaku UMKM dapat terus berdaya, bertahan di masa pandemi, bahkan bisa menjadi tulang punggung perekonomian nasional. "Salah satunya UMKM berbasis pesantren. Sebab terbukti selama ini UMKM-lah yang paling serius terdampak pandemi," ujarnya.

Kedelapan, Selain membahas topik-topik strategis dan aneka isu nasional, salah satu rangkaian Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB 2021 adalah pemberian penghargaan pada pesantren-pesantren yang telah konsisten dan tetap menjalankan proses pembelajaran dan pengajaran di masa sulit saat pandemi ini.

Sejumlah pesantren dengan kategori tersebut di antaranya Ponpes Lirboyo Kediri dengan total 32 ribu santri, Ponpes Sidogiri dengan 20 ribu santri, Ponpes Krapyak Yogyakarta dengan 12 ribu santri, Ponpes Ploso Kediri, Ponpes Cipasung Tasikmalaya, Ponpes Tegalrejo Magelang, Ponpes Pandanaran Yogyakarta, dan pondok pesantren dengan ribuan santri lainnya.

Sembilan, berbagai rangkaian kegiatan dalam Munas dan Mukernas tersebut merupakan bagian penting dari ikhtiar, kontribusi, dan partisipasi aktif PKB sebagai partai politik yang menegaskan diri dengan jargon politik rahmatan lil alamin. Politik yang memberi kemanfaatan seluas-luasnya untuk rakyat Indonesia.

Sepuluh, PKB sebagai partai pendukung pemerintah tetap konsisten mengawal agenda-agenda kebangsaan dan kenegaraan yang telah dicanangkan Presiden Jokowi, terutama ikhtiar untuk mempercepat kebangkitan ekonomi nasional. Selain itu, penguatan pesantren, pendidikan, serta pemulihan ekonomi di berbagai sektor, khususnya UMKM akan terus didorong PKB sebagai bagian penting bentuk dukungan PKB terhadap kinerja dan kepemimpinan Presiden Jokowi sejak periode pertama lalu hingga periode kedua saat ini.

Pokok pikiran kesebelas yakni adanya persepsi kurang baik terhadap partai politik, padahal tidak ada demokrasi tanpa partai politik. Karena itu, PKB bertekad mengubah cara kerja dalam segala hal.

PKB akan menguatkan dan mengokohkan kembali cara kerja para ulama/kiai pendiri PKB di semua level yang sangat ikhlas dan tanpa pamrih. Semua pengurus dan kader PKB harus mengubah total cara kerjanya di era pandemi, era disrupsi dan zaman serba IT. Semua kader juga harus mengubah cara kerja pelayanan terhadap rakyat dan negara agar lebih proaktif dan membumi, karena rakyat butuh karya dan pelayanan yang kongkrit bukan janji maupun lisan.

Terakhir, PKB mengingatkan kalimat fenomenal yang pernah disampaikan mantan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy: Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu.

"Munas dan Mukernas ini tujuannya menegaskan kutipan filosofis tersebut, yakni membahas apa yang bisa diperbuat PKB beserta para ulama yang selama ini mengayominya untuk bangsa dan negara. Sejak awal sangat jelas bahwa NU dan PKB konsisten mengikuti dawuh Hadratus Syaikh Kiai Hasyim Asy'ari, bahwa agama dan nasionalisme tidaklah bertentangan, justru saling menopang satu sama lain," tuturnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini