Mahfud MD Tegaskan Pemerintah Akan Buru Aset Negara Rp108 T dalam Kasus BLBI

Rakhmatulloh, Sindonews · Jum'at 09 April 2021 01:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 337 2391713 mahfud-md-tegaskan-pemerintah-akan-buru-aset-negara-rp108-t-dalam-kasus-blbi-9E1prz342n.jpg Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: istimewa)

JAKARTA - Menko Polhukam Mahfud MD angkat bicara terkait keputusan KPK yang menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Sjamsul Nursalim dan Istrinya, Itjih Sjamsul Nursalim dalam kasus BLBI.

Menurut Mahfud, keputusan KPK mamancing riuh di masyarakat. "SP3 itu adalah konsekuensi dari vonis MA bahwa kasus itu bukan pidana," ujar Mahfud dikutip dari twitter @mohmahfudmd, Kamis (8/4/2021).

Mahfud menegaskan, pascaterbitnya SP3, kini pemerintah akan menagih dan memburu aset-aset karena hutang perdata terkait BLBI yang jumlahnya lebih dari Rp108 Triliun.

Baca juga: SP3 Kasus BLBI Dapat Diuji dengan Praperadilan

Mantan Ketua MK itu pun menuturkan soal latar belakang kasus tersebut. Dia mengingatkan, Sjamsul dan Itji dijadikan tersangka oleh KPK bersama mantan Kepala BPPN Syafruddin Tumenggung (ST).

Baca juga: Perjalanan Singkat Kasus BLBI Hingga Akhirnya Dihentikan KPK

"ST dijatuhi pidana korupsi oleh PN, 13 tahun plus denda Rp700 juta dan diperberat oleh PT (pengadilan tinggi) menjadi 15 tahun plus denda 1M. Tapi MA membebaskan ST dengan vonis, kasus itu bukan pidana," pungkasnya.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini