Umumkan Pegawainya Curi Barbuk 1,9 Kg Emas, KPK: Tanggung Jawab untuk Jujur & Terbuka

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 09 April 2021 00:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 337 2391706 umumkan-pegawainya-curi-barbuk-kpk-tanggung-jawab-untuk-jujur-terbuka-hmeC0PifRr.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Plt Juru Bicara bidang pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ipi Maryati mengungkapkan alasan Dewan Pengawas (Dewas) mengumumkan pelanggaran etik berat pegawai lembaga antirasuah berinisial IGAS ke publik. Salah satunya, sebagai bentuk tanggung jawab KPK untuk jujur dan terbuka terhadap publik.

"Kami menyadari bahwa apa yang dilakukan oleh pelaku merupakan kesalahan dan telah merusak reputasi KPK, tapi kami memilih untuk membukanya sehingga menjadi pelajaran bersama dan merupakan tanggung jawab KPK untuk menyampaikan kebenaran dengan jujur dan terbuka," kata Ipi melalui keterangan resminya, Kamis (8/4/2021).

Lebih lanjut, kata Ipi, pihaknya berjanji bakal tegas memproses semua pelanggaran etik melalui Dewas. Hal itu dilakukan untuk menunjukkan komitmen dan keseriusan KPK dalam menjaga integritas, harkat dan martabat insan lembaga antirasuah.

"Juga sebagai upaya menjaga amanah dan harapan masyarakat Indonesia kepada KPK," imbuhnya.

Sekadar informasi, oknum pegawai pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK, berinisial IGAS kedapatan mencuri emas batangan seberat 1,9 kilogram (Kg).

Emas batangan tersebut merupakan barbuk perkara suap yang menjerat mantan pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo.

Baca juga: Polisi Selidik Kasus Pegawai KPK Nyolong 1,9 Kg Emas

IGAS nekat mencuri emas tersebut karena terlilit utang, diduga akibat gagal dalam bisnis trading foreign exchange (forex). Oknum pegawai KPK tersebut sudah sempat menggadaikan emas hasil curiannya dan mendapatkan hasil Rp900 juta. Uang Rp900 juta itu kemudian digunakan untuk membayar utangnya.

Baca juga: Alasan Pegawai KPK Curi Emas Batangan, Dewas: Terlilit Utang karena Main Forex!

Menurut Ipi, dugaan pencurian ataupun penggelapan barbuk emas tersebut bisa diketahui dan diproses karena mekanisme kontrol di internal KPK berfungsi baik. Di mana, sambungnya, dalam internal KPK sudah dibangun budaya untuk saling mengingatkan dan mengawasi.

"Penegakan etik dan pedoman perilaku terhadap insan KPK oleh Dewas ini juga membuktikan KPK tidak hanya berani memproses pelaku korupsi, tetapi juga menegakkan aturan internal," tegasnya.

Terkait pelaporan dugaan tindak pidana IGAS ke pihak kepolisian, kata Ipi, KPK berkomitmen untuk mendukungnya. Ipi menekankan bahwa KPK tidak bermaksud untuk mendahului hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

"Apakah perbuatan pelaku adalah pencurian, penggelapan jabatan atau perbuatan lainnya, kami akan menunggu hasil pemeriksaan kepolisian," bebernya.

KPK menyesalkan adanya peristiwa memalukan yang dilakukan oleh oknum pegawainya ini. Ipi menyatakan bahwa kejadian tersebut akan menjadi evaluasi bagi insan KPK.

"Dan apa yang kami sampaikan dalam konferensi pers hari ini merupakan komitmen kami untuk menjaga harapan publik kepada KPK dengan tetap memegang teguh nilai-nilai integritas, kejujuran, keberanian, keadilan dan transparansi," pungkasnya.

Atas peristiwa tersebut, Dewas telah menjatuhkan sanksi pelanggaran etik berat berupa pemecatan secara tidak hormat terhadap IGAS. Oknum pegawai KPK tersebut pun telah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pencurian atau penggelapan.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini