Peristiwa 9 April: Gus Dur Tetapkan Tahun Baru Imlek Jadi Hari Libur Fakultatif

Rakhmatulloh, Sindonews · Jum'at 09 April 2021 05:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 337 2391701 peristiwa-9-april-gus-dur-tetapkan-tahun-baru-imlek-jadi-hari-libur-fakultatif-2WflOfAzhP.jpg Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Foto: istimewa)

JAKARTA - Beragam peristiwa penting dan bersejarah terjadi pada 9 April. Peristiwa tersebut mulai dari Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang menetapak Hari Raya Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya bagi mereka yang merayakan) hingga Soekarno membentuk Kabinet Karya.

Okezone pun merangkum peristiwa-peristiwa pada 9 April yang dikutip dari Wikipedia.org:

1957 - Soekarno Bentuk Kabinet Karya

Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno membentuk Kabinet Karya atau Kabinet Djuanda, pada 9 April 1957. Dalam kabinet itu, Djuanda Kartawidjaja sebagai perdana menteri, termasuk Chaerul Saleh, Subandrio sebagai menteri luar negeri. Adapun, menteri dalam kabinet tersebut berjumlah 28 orang.

1975 - Hari Kelahiran Pebulutangkis Ganda Putra Indonesia, Tony Gunawan

Tony Gunawan lahir di Surabaya, Jawa Timur, 9 April 1975. Ia adalah seorang pemain bulu tangkis terkenal Indonesia, peraih medali emas Olimpiade 2000.

Ia adalah salah seorang pemain ganda putra terbaik yang pernah dimiliki Indonesia. Tony berhasil merebut berbagai gelar juara dengan banyak pasangan. Pemain-pemain yang pernah berpasangan dengannya adalah Victo Wibowo, Candra Wijaya, Halim Haryanto, Bob Malaythong, dan Howard Bach.

2001 - Gur Dur Tetapkan Tahun Baru Imlek Hari Libur Fakultatif

Presiden Gus Dur mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2001 pada 9 April 2001 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur fakultatif (hanya berlaku bagi mereka yang merayakannya).

Baru pada tahun 2002, Imlek resmi dinyatakan sebagai salah satu hari libur nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, mulai tahun 2003.

2009 - Pileg 2009 Diikuti 38 Parpol

Pada 9 April 2009 dilaksanakan Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk memilih 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, dan anggota DPRD tingkat provinisi, maupun kabupaten dan kota se-Indonesia. Pileg 2009 diikuti oleh 38 partai yang memenuhi kriteria.

Pileg 2009 Partai Demokrat mendapatkan suara terbanyak disusul dengan Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Demokrat mendapat 150 kursi, Golkar 107 kursi, dan PDIP 95 kursi.

2014 - Pileg 2014 Diikuti 15 Parpol

Pileg kembali digelar pada 9 April 2014. Pemilu untuk memilih 560 anggota DPR, 132 anggota DPD, dan anggota DPRD tingkat provinisi, maupun kabupaten dan kota se-Indonesia.

Pemilu 2014 diikuti oleh 12 partai nasional dan 3 partai lokal Aceh. Pada 2014, PDIP mendapatkan kursi terbanyak dengan perolehan 109 kursi, disusul Golkar 91 kursi dan Gerindra 26 kursi.

(fkh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini