Ekonom Ichsanuddin Noorsy Diperiksa Bareskrim soal Pencemaran Nama Baik Kasus Bank Banten

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 08 April 2021 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 337 2391462 ekonom-ichsanuddin-noorsy-diperiksa-bareskrim-soal-pencemaran-nama-baik-kasus-bank-banten-nraVaBG8QD.jpg Ichsanuddin Noosy (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap Ekonom Ichsanuddin Noorsy soal laporan adanya dugaan pencemaran nama baik terkait dengan buntut kasus Bank Banten.

Usai diperiksa, Noorsy mengaku diperiksa sebagai saksi dan dilontarkan pertanyaan sebanyak 16 oleh pihak penyidik terkait dengan laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut.

"Saya diminta keterangan sebagai saksi, dalam kasusnya, kasus Bank Banten, awalnya dalam pengawasan khusus (BDPK) yang kemudian meningkat jadi pengawasan intensif. Karena kerugian makin hari makin meningkat. Tapi dibelakang itu ada ikutan jug masalah katanya ada pencemaran nama baik, nah tadi ada 16 pertanyaan dari pukul 10.30 WIB, 10 halaman," kata Noorsy saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

Terkait kasus dugaan pencemaran nama baik, Noorsy menyebut bahwa, dirinya dilaporkan oleh seseorang bernama Awal Syarifudin. Noorsy menyebut, pelapornya mengaku sebagai orang dekat Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Lalu bagaimana soal pencemaran nama baiknya saya melihat ada orang Awal Syarifudin namanya dicemari begitu ya, saya tidak tahu karena saya tidak pernah membuat pencemaran itu dan saya tidak pernah menyebar luaskannya. Dia merasa orang dekat Gubernur Banten," ujar Noorsy.

Baca Juga : KPK Polisikan Pegawainya yang Curi Emas Barbuk Kasus Korupsi

Noorsy memaparkan, dalam keterangannya sebagai saksi, Ia hanya menjawab soal konstruksi soal menyerahkan Bank Banten. Terkait pencemaran nama baik, Noorsy merujuk pada tiga hal yakni, pendapat hukum Kejaksaan tentang Bank Banten, putusan OJK soal meningkatkan pengawasan khusus menjadi pengawasan intensif dan kerugian Bank Banten semakin meningkat.

"Artinya motif kan karena saya pernah menjadi orang yang diminta Paguyuban masyarakat Banten untuk mengkritisi, untuk membangun gimana Bank Banten saya merasa ikut bertanggungjawab karena sejak awal saya bilang problem Bank Banten adalah problem modal dan problem SDM yang mumpuni punya reputasi, kredibilitas yang cukup itu yang saya sampaikan konstruksinya," papar Noorsy.

Ekonom Ichsanuddin Noorsy Diperiksa Bareskrim Soal Pencemaran Nama Baik Terkait Kasus Bank Banten

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap Ekonom Ichsanuddin Noorsy soal laporan adanya dugaan pencemaran nama baik terkait dengan buntut kasus Bank Banten.

Usai diperiksa, Noorsy mengaku diperiksa sebagai saksi dan dilontarkan pertanyaan sebanyak 16 oleh pihak penyidik terkait dengan laporan dugaan pencemaran nama baik tersebut.

"Saya diminta keterangan sebagai saksi, dalam kasusnya, kasus Bank Banten, awalnya dalam pengawasan khusus (BDPK) yang kemudian meningkat jadi pengawasan intensif. Karena kerugian makin hari makin meningkat. Tapi dibelakang itu ada ikutan jug masalah katanya ada pencemaran nama baik, nah tadi ada 16 pertanyaan dari pukul 10.30 WIB, 10 halaman," kata Noorsy saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

Terkait kasus dugaan pencemaran nama baik, Noorsy menyebut bahwa, dirinya dilaporkan oleh seseorang bernama Awal Syarifudin. Noorsy menyebut, pelapornya mengaku sebagai orang dekat Gubernur Banten Wahidin Halim.

"Lalu bagaimana soal pencemaran nama baiknya saya melihat ada orang Awal Syarifudin namanya dicemari begitu ya, saya tidak tahu karena saya tidak pernah membuat pencemaran itu dan saya tidak pernah menyebar luaskannya. Dia merasa orang dekat Gubernur Banten," ujar Noorsy.

Noorsy memaparkan, dalam keterangannya sebagai saksi, Ia hanya menjawab soal konstruksi soal menyeharkan Bank Banten. Terkait pencematan nama baik, Noorsy merujul pada tiga hal yakni, pendapat hukum Kejaksaan tentang Bank Banten, putusan OJK soal meningkatkan pengawasan khusus menjadi pengawasan intensif dan kerugian Bank Banten semakin meningkat.

"Artinya motif kan karena saya pernah menjadi orang yang diminta Paguyuban masyarakat Banten untuk mengkritisi, untuk membangun gimana Bank Banten saya merasa ikut bertanggungjawab karena sejak awal saya bilang problem Bank Banten adalah problem modal dan problem SDM yang mumpuni punya reputasi, kredibilitas yang cukup itu yang saya sampaikan konstruksinya," papar Noorsy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini