Pegawai KPK Mencuri Emas Batangan, Hasilnya untuk Bayar Utang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 08 April 2021 12:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 337 2391343 pegawai-kpk-mencuri-emas-batangan-hasilnya-untuk-bayar-utang-TRrcnpV2yK.jpg Ketua Dewas KPK, Tumpak Panggabean (foto: Dok Okezone/Arie)

JAKARTA - Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan, pegawai KPK berinisial IGAS, ketahuan mencuri barang bukti (barbuk) berupa emas batangan seberat 1,9 kilogram.

Emas batangan itu merupakan barang bukti terkait perkara korupsi yang menjerat mantan Pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Yaya Purnomo.

Baca juga:  Pegawai KPK Nekat Mencuri Emas Batangan Barbuk Kasus Korupsi

Lalu, emas batangan tersebut digadai oleh IGAS. Uang hasil gadai emas tersebut, digunakan IGAS untuk membayar utangnya. IGAS menggadaikan sebagian emas yang dicurinya dan mendapat keuntungan sekira Rp900 juta.

"Jadi sebagian daripada barbuk yang sudah diambil ini yang dikatagorikan pencurian atau penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan. Karena yang bersangkutan memerlukan dana untuk bayar utang-utangnya cukup banyak," kata Tumpak di kantornya Gedung lama KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (8/4/2021).

"Utangnya karena yang bersangkutan tersangkut dalam bisnis yang tidak jelas. Bisnis forex-forex gitu," imbuhnya.

Diketahui, IGAS merupakan pegawai Satuan Tugas (Satgas) pada Direktorat Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK. Ia ketahuan mencuri emas batangan pada akhir Juni 2020, atau saat barbuk tersebut akan dieksekusi. Atas kejadian itu, Dewan Pengawas (Dewas) KPK langsung menggelar sidang etik terhadap IGAS.

Atas perbuatannya, Dewas telah mengambil keputusan untuk memberhentikan pegawai KPK tersebut secara tidak hormat. Selain itu, IGAS juga telah dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan pencurian.

"Telah kita putuskan dengan bunyi amarnya bahwa yang bersangkutan melakukan pelanggran kode etik tidak jujur, menyalahgunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadinya dan ini pelanggaran nilai integritas yang ada kita atur sebagai pedoman perilaku untuk seluruh insan KPK," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini