Kemenag Tengah Mengkaji Cara Manasik Haji di Tengah Pandemi Covid-19

Muhammad Refi Sandi, MNC Media · Kamis 08 April 2021 07:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 337 2391180 kemenag-tengah-mengkaji-cara-manasik-haji-di-tengah-pandemi-covid-19-JfYOJRHPX2.jpg Plt Ditjeng PHU, Khoirizi (foto: istimewa)

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) penyelenggaraan haji dan umrah (PHU), akan mengkaji cara manasik haji di tengah pandemi. Sebab, harus dikaji juga dalam perspektif fiqih selain protokol kesehatan.

"Kami akan membahas sejumlah persoalan manasik dalam konteks penyelenggaraan haji di masa pandemi," ucap Plt Ditjen PHU, Khoirizi H Dasir kepada wartawan, Kamis (8/4/2021).

Baca juga:  Dampak Pandemi, Wacana Kenaikan Biaya Ibadah Haji Dinilai Bebani Calon Jamaah

Khoirizi mengatakan, kondisi pandemi meniscayakan adanya pembatasan dan penerapan protokol kesehatan. Kondisi tersebut akan dibahas juga mengenai arbain, tarwiyah, mabit, dan sebagainya.

"Ini harus disepakati bersama oleh para ulama agar bisa dipahami dan dijadikan panduan manasik di masa pandemi oleh jemaah," jelasnya.

Baca juga:  Kemenag Tegaskan Biaya Haji 2021 Belum Ditetapkan

Khoirizi juga memastikan forum bahtsul masail akan melibatkan ormas Islam, MUI, NU, Muhammadiyah, dan lainnya. Selain itu, asosiasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), penyelenggara ibadah umrah dan haji khusus, serta akademisi dan pemerhati penyelenggaraan haji.

"Hasil bahtsul masail akan menjadi acuan dalam menyusun panduan manasik dan segera didistribusikan ke jemaah," sambungnya.

Khoirizi menambahkan, meski mitigasi dan persiapan terus dilakukan, kepastian keberangkatan haji masih menunggu keputusan Saudi. Apapun keputusan Saudi, Plt Dirjen berharap jemaah dan semua pihak bisa menerimanya.

"Karena pandemi, keputusan itu tentunya didasarkan pada pertimbangan kesehatan dan keselamatan jemaah," tuturnya.

Meskipun ada kepastian keberangkatan, Khoirizi berpesan kepada jemaah agar melakukan persiapan dengan baik, khususnya terkait aspek istitha'ah, baik ibadah maupun kesehatan. Ibadah Haji di tengah pandemi menuntut kemandirian sehingga jemaah perlu mengukur diri sejak awal.

"Para jemaah diharapkan juga bisa mengukur diri terkait ibadah di tengah pandemi, mengingat seluruh prosesi ibadah diatur dengan protokol kesehatan secara ketat," pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini