PNS Langgar Larangan Mudik dan Cuti Lebaran, KemenPANRB: Pimpinan Instansi Harus Jatuhkan Sanksi

Dita Angga R, Sindonews · Kamis 08 April 2021 07:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 08 337 2391178 pns-langgar-larangan-mudik-dan-cuti-lebaran-kemenpanrb-pimpinan-instansi-harus-jatuhkan-sanksi-kcvIVufMEi.jpg Tradisi mudik Lebaran.(Foto:Dok Okezone)

JAKARTA - Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Rini Widyantini meminta agar pimpinan instansi atau pejabat pembina kepegawaian (PPK) melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Surat Edaran (SE) MenPANRB No.8/2021.

SE tersebut mengatur tentang larangan cuti dan mudik bagi pegawai ASN baik PNS maupun PPPK. Rini meminta agar pimpinan instansi memberikan sanksi bagi pegawai ASN yang melanggar itu.

“Untuk itu, PPK dari seluruh instansi pemerintah agar melakukan pengawasan dan memberikan sanksi disiplin kepada pegawai ASN yang melanggar SE tersebut,” ungkapnya, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga: Pemerintah Paparkan Alasan Melarang Mudik Tahun Ini

Rini kembali mengingatkan bahwa larangan mudik dan cuti berlaku selama periode tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Dia mengatakan adanya larangan ini diharapkan dapat menekan laju penularan Covid-19. “SE ini dilakukan dengan tujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Sanksi bagi Masyarakat Nekat Mudik Lebaran

Dalam edaran tersebut MenPANRB memerintahkan agar PPK pada kementerian/lembaga/daerah menetapkan peraturan teknis dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan di lingkungan instansi masing-masing yang mengacu pada hal-hal yang disebutkan dalam SE tersebut.

Dia memerintahkan kepada PPK untuk memberikan hukuman disiplin bagi pegawai ASN yang melanggar hal tersebut sesuai dengan ketentuan di dalam PP No.53/2010 tentang Disiplin PNS dan PP No.49/2018 tentang Manajemen PPPK.

Lalu PPK di kementerian/lembaga/daerah juga diminta untuk melaporkan pelaksanaan SE ini kepada MenPANRB melalui alamat surat elektronik https://s.id/laranganberpergianASN paling lambat tanggal 24 Mei.

(saz)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini